JATIMTIMES - Lontong merupakan makanan tradisional khas di Indonesia. Lontong terbuat dari beras yang dibungkus dengan daun, lalu dimasak hingga menjadi nasi.
Dulunya, lontong khasnya dengan daun, seperti daun pisang, di zaman modern mulai banyak yang berkreasi dengan plastik.
Baca Juga : Trik Masak Ketupat Hanya 40 Menit! Lengkap dengan Resep Makanan Pendampingnya
Alasan menggunakan plastik sebagai bahan membuat lontong tidak lain karena kepraktisan dan ekonomis.
Memang saat ini, harga daun untuk bungkus lontong tidak murah, dan mulai sulit didapat. Tapi kabarnya lontong bungkus plastik tidak baik bagi kesehatan.
Hal tersebut didasari karena plastik mengandung unsur kimia berbahaya bagi kesehatan, bila terkena panas, unsur kimia tersebut bisa terlepas dan mengkontaminasi lontong yang di bungkusnya.
Bahaya plastik yang dijadikan bungkus lontong atau ketupat
Meski praktis, penggunaan plastik tidak dianjurkan untuk dijadikan sebagai bungkus lontong maupun ketupat karena bisa memicu banyak gangguan kesehatan bagi tubuh.
Ahli gizi masyarakat dari Kedokteran Universitas Indonesia (UI), DR. dr. Tan SHot Yen, M.hum, peringatan pembungkus lontong atau ketupat yang menggunakan plastik dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius.
Tentunya pembuatan lontong atau ketupat akan melalui proses pengukusan. Nah, ketika melalui proses tersebut, plastik yang berinteraksi dengan panas akan melepaskan zat kimia yang terkandung di dalamnya.
Zat kimia itulah yang kemudian bisa sangat berbahaya ketika sampai masuk ke dalam tubuh.
“Plastik yang terpapar panas, terutama jenis tertentu, dapat melepaskan zat kimia berbahaya yang bisa masuk ke dalam makanan dan tubuh, menyebabkan masalah kesehatan,” jelas dr. Tan dikutip dari Antara.
Lebih lanjut, ia memaparkan, berbagai gangguan kesehatan yang bisa ditimbulkan ketika zat kimia plastik masuk ke dalam tubuh, termasuk gangguan hormonal, masalah reproduksi, dan bahkan risiko kanker.
Lebih Baik Gunakan Daun
Baca Juga : Lebaran Ketupat 2025 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Sejarah dan Maknanya
Menurut dr. Tan, membungkus lontong dan ketupat dengan bahan alami seperti daun pisang atau janur kelapa jauh lebih aman untuk makanan.
Daun-dau tersebut juga akan memberikan aroma wangi yang khas pada lontong atau ketupat. "Aroma wangi inilah yang menjadi khas dan juga bisa membangkitkan selera makan saat dipadukan dengan hidangan khas hari raya lainnya seperti rendang atau opor ayam," jelas dr. Tan.
Tips Menyimpan Ketupat
Masyarakat seringkali membuat lontong atau kupat dalam jumlah yang banyak untuk ketersediaan stok di hari berikutnya.
Sehingga, mereka memilih menyimpan lontong dan ketupat di kulkas. Agar kualitas makanan ini tetap terjaga, dr. Tan menyarankan, agar menyimpannya di kulkas sebelum dihidangkan kembali. “Menyimpan lontong sebaiknya sama seperti nasi matang. Masuk kulkas dan kukus ulang saat mau makan,” katanya.
dr. Tan juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terlalu berlebihan dalam mengonsumsi lontong atau ketupat. Menurutnya, konsumsi ideal untuk sekali makan adalah satu ukuran ketupat atau lontong yang setara dengan satu porsi nasi atau 150 gram.
