JATIMTIMES - Tren olahraga jalan kaki dengan metode 6-6-6 tengah ramai dibahas di media sosial. Meski terlihat simpel dan menjanjikan berbagai manfaat kesehatan, ternyata tidak semua orang dianjurkan untuk langsung mencobanya.
Metode ini disebut 6-6-6 karena dilakukan selama 60 menit, sebanyak 3 kali seminggu, yang biasanya dimulai pada pukul 6 pagi atau 6 sore. Tujuannya untuk membantu menurunkan berat badan dan meredakan stres.
Baca Juga : Petani Blitar Bangkit Lewat DBHCHT: Infrastruktur Tuntas, Produksi Meningkat
"48 menit di antaranya harus dilakukan dengan 'kecepatan tinggi' atau zona 2. Ini berfungsi untuk meningkatkan detak jantung dan menantang sistem kardiovaskular," jelas dr Raj Desai, MD, dokter intervensi nyeri dan pengobatan regeneratif di DISC Sports and Spine Center di Encino, California, AS, dilansir Everyday Health, Rabu (6/8/2025).
Menurut dr Desai, aktivitas jalan kaki rutin sangat bermanfaat karena bisa:
• Menjaga berat badan tetap ideal
• Mengurangi lemak tubuh
• Menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, kanker, dan diabetes tipe 2
• Meningkatkan kebugaran kardiovaskular
• Memperkuat tulang dan otot
• Menambah energi
• Meningkatkan sistem imun
• Mengurangi stres
• Meningkatkan suasana hati
Meski punya banyak manfaat, tidak semua orang bisa langsung menjalani metode ini. dr Desai mengingatkan bahwa pemula yang baru mulai berolahraga atau jarang beraktivitas fisik tidak disarankan langsung jalan kaki selama 60 menit.
Bagi pemula, disarankan untuk memulai dengan durasi lebih singkat, lalu meningkatkannya secara bertahap seiring meningkatnya kemampuan tubuh.
Selain itu, mereka yang sedang mengalami cedera juga perlu waspada. Jalan kaki terlalu lama bisa memperparah kondisi. “Kelompok ini lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli fisioterapi sebelum memulai program latihan apa pun,” ujar dr Desai.
Begitu juga bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, masalah sendi, atau gaya hidup sangat minim gerak, sebaiknya mendapatkan izin medis dulu sebelum ikut tren ini.
Baca Juga : Truk Muat Karung Tabrak Toko Mebel di Jombang Hingga Hancur
dr Desai menegaskan bahwa jalan kaki tetap jadi salah satu olahraga terbaik yang mudah dilakukan dan penuh manfaat. Namun ia mengingatkan agar jangan memaksakan diri jika belum mampu langsung berjalan selama satu jam.
"Program olahraga terbaik adalah program yang benar-benar Anda jalani dengan rutin dan jangka panjang," tegasnya.
Dengan kata lain, jangan terpaku pada tren jika tubuh belum siap. Mulailah sesuai kemampuan, kemudian tingkatkan secara perlahan. Konsistensi dan kenyamanan tetap jadi kunci utama dalam berolahraga.
