Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Film ‘Pesta Babi’ Ramai Dibubarkan, Tentang Apa Isi Dokumenternya?

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

12 - May - 2026, 12:31

Placeholder
Pembubaran nobar dokumenter Pesta Babi di UIN Mataram oleh satpam. (Foto: TikTok)

JATIMTIMES - Film dokumenter Pesta Babi tengah menjadi sorotan publik setelah sejumlah acara nonton bareng (nobar) di berbagai daerah dibubarkan. Bahkan dalam beberapa kasus, pembubaran dilakukan langsung oleh aparat TNI dan pihak kampus sebelum film selesai diputar.

Dokumenter garapan Dhandy Laksono dan Cypri Paju Dale itu belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak publik penasaran dengan isi film yang disebut-sebut mengangkat persoalan masyarakat adat Papua di tengah proyek pembangunan negara.

Baca Juga : Ajal Bisa Tiba Kapan Saja, Sehari Malaikat Maut Pantau Manusia 70 Kali

Untuk diketahui, film Pesta Babi ini merupakan hasil kolaborasi Watchdoc bersama Media Jubi, Greenpeace Indonesia, Pusaka Bentala Rakyat, dan Ekspedisi Indonesia Baru.

Salah satu pembubaran terbaru terjadi di Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026). Pemutaran film dijadwalkan berlangsung di Pendopo Benteng Oranje, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah.

Acara tersebut digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen Kota Ternate dan Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) Maluku Utara.

Rencananya, pemutaran film dimulai pukul 20.00 WIT dan dilanjutkan dengan diskusi publik. Namun sebelum acara berjalan, Komandan Kodim 1501 Ternate Letkol Inf Jani Setiadi datang ke lokasi bersama sejumlah orang tak dikenal. 

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, tampak beberapa peserta dan panitia dipotret saat acara berlangsung. Jani kemudian meminta kegiatan dihentikan. Ia mengklaim ada penolakan masyarakat terhadap film tersebut karena dianggap memiliki judul provokatif.

Peserta acara sempat meminta agar pihak yang membubarkan menonton isi film terlebih dahulu sebelum menyimpulkan. Namun nobar tetap dibatalkan.

Peristiwa serupa sebelumnya juga terjadi di Universitas Mataram pada Kamis (7/5/2026). Pembubaran dilakukan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Sujita bersama puluhan petugas keamanan kampus sebelum film diputar.

“Film ini saya kira kurang baik untuk ditonton,” kata Sujita, dinukil dari laman Media Unram.

Menurut Sujita, langkah tersebut dilakukan atas arahan Rektor Unram Sukardi demi menjaga kondusivitas kampus. 

Tak hanya di Unram, pembubaran juga terjadi di UIN Mataram sehari setelahnya. Dalam kejadian itu, peserta sempat bernegosiasi meminta penjelasan alasan pembubaran. Namun setelah film diputar sekitar tiga menit, proyektor dimatikan paksa oleh petugas keamanan kampus.

Satpam kampus menyebut tindakan tersebut dilakukan atas instruksi Rektor UIN Mataram Masnun Tahir.

Film Pesta Babi Bercerita Tentang Apa?

Pesta Babi merupakan film dokumenter investigatif yang menyoroti kehidupan masyarakat adat Papua Selatan di tengah masifnya proyek strategis nasional (PSN).

Baca Juga : Keluarga Terduga Korban Pelecehan Seksual di Sekolah Kepanjen Buat Klarifikasi, Minta Video Viral Di-Take Down

Film ini mengambil latar di tiga wilayah Papua Selatan, yakni Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.

Sepanjang dokumenter, penonton diajak melihat perubahan besar yang terjadi di wilayah adat akibat pembukaan lahan skala besar untuk proyek pembangunan seperti perkebunan tebu, sawit, hingga food estate.

Dhandy Laksono dan Cypri Paju Dale mencoba merekam bagaimana masyarakat adat perlahan kehilangan ruang hidup mereka.

Hutan-hutan yang selama ini menjadi tempat tinggal dan sumber kehidupan warga disebut mulai berubah fungsi menjadi kawasan industri dan proyek pembangunan negara.

Film ini juga menampilkan ketegangan antara masyarakat adat dengan proyek pembangunan yang terus meluas.

Dalam dokumenter tersebut, masyarakat adat Papua Selatan digambarkan menghadapi tekanan akibat ekspansi proyek dan pengerahan aparat keamanan di sejumlah wilayah.

Konflik kepentingan antara kebutuhan pembangunan negara dan hak masyarakat adat atas tanah leluhur menjadi salah satu fokus utama film.

Selain persoalan sosial, dokumenter ini turut menyoroti dampak lingkungan akibat alih fungsi lahan dalam skala besar di Papua Selatan.
Pembukaan jutaan hektare lahan dinilai berdampak langsung terhadap ekosistem hutan serta kehidupan masyarakat sekitar.

Adapun judul Pesta Babi diambil dari tradisi masyarakat suku Muyu yang dikenal dengan istilah “Awon Atatbon”. Tradisi tersebut merupakan ritual adat yang menjadikan babi sebagai simbol dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Papua.

Di Papua, babi memiliki nilai adat tinggi dan sering digunakan dalam berbagai ritual masyarakat setempat. Melalui simbol tersebut, film ini mencoba menggambarkan relasi kuat antara masyarakat adat dengan tanah, budaya, dan ruang hidup mereka yang kini menghadapi perubahan besar akibat proyek pembangunan.


Topik

Peristiwa film dokumenter pesta babi film pesta babi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa