free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Masjid Jadi Ruang Pendidikan: Strategi MTsN 2 Kota Malang Membentuk Karakter Santri Lewat Tarawih

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

09 - Mar - 2026, 19:58

Placeholder
Masjid Al-Muttaqin Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang berubah menjadi ruang pembelajaran bagi para santri Ma’had Nawaina MTsN 2 Kota Malang (ist)

JATIMTIMES - Ramadan di Masjid Al-Muttaqin Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang tidak hanya diwarnai aktivitas ibadah malam. Bagi para santri putra Ma’had Nawaina MTsN 2 Kota Malang, deretan saf salat Tarawih menjadi bagian dari proses pembinaan yang dirancang untuk membentuk kebiasaan religius sekaligus disiplin kolektif dalam kehidupan mereka sebagai pelajar madrasah.

Selama tiga malam berturut-turut, mulai Jumat - Minggu (6-9/3/2026), para santri memenuhi ruang utama masjid untuk melaksanakan salat Tarawih berjamaah. Kehadiran mereka bukan semata partisipasi dalam kegiatan ibadah Ramadan, melainkan bagian dari pendekatan pendidikan yang memanfaatkan praktik ibadah sebagai sarana pembentukan karakter.

Baca Juga : Dari Gaza ke Malang, Syekh Said Alramawi Ceritakan Kekuatan Alquran di Tengah Peperangan

Dalam lingkungan pendidikan berbasis ma’had, pembinaan santri tidak hanya berlangsung melalui kegiatan akademik di kelas. Aktivitas keagamaan yang terstruktur menjadi bagian dari pola pendidikan yang menekankan pembiasaan. Salat berjamaah, misalnya, dipandang sebagai ruang latihan kedisiplinan, penguatan adab di ruang ibadah, sekaligus membangun kebersamaan antarsantri yang hidup dalam sistem asrama.

Barisan saf yang diisi para santri setiap malam menunjukkan bagaimana praktik ibadah kolektif dijadikan medium pendidikan. Para santri tidak hanya mengikuti rangkaian salat Tarawih, tetapi juga menjalani proses pembiasaan yang menuntut keteraturan waktu, ketertiban dalam barisan, serta kesadaran untuk menjaga suasana ibadah bersama jamaah lain di masjid.

Kepala MTsN 2 Kota Malang, Mokhammad Amin Tohari, mengatakan pembinaan spiritual menjadi bagian integral dari sistem pendidikan madrasah. Menurut dia, kedekatan siswa dengan masjid dan Al-Qur’an perlu dibangun melalui pengalaman langsung yang berlangsung secara konsisten.

“Pembinaan tidak cukup hanya melalui pembelajaran di kelas. Santri perlu mengalami langsung praktik kehidupan religius. Pembiasaan ibadah berjamaah menjadi salah satu cara untuk menanamkan nilai itu,” ujarnya.

Amin menambahkan, momentum Ramadan memberi ruang yang lebih intens bagi proses pembinaan tersebut. Suasana spiritual yang menguat selama bulan suci dinilai mampu memperkuat keterlibatan santri dalam aktivitas ibadah, sekaligus membentuk pola kebiasaan yang diharapkan berlanjut di luar Ramadan.

Pendekatan pembinaan berbasis praktik ibadah seperti ini sejalan dengan model pendidikan di lingkungan madrasah berasrama atau ma’had. Selain penguatan akademik, lembaga pendidikan Islam umumnya menempatkan pembentukan karakter dan spiritualitas sebagai pilar penting dalam proses pendidikan.

Baca Juga : Seleksi PMBM Jalur Prestasi MAN 1 Kota Malang Berjalan Transparan dan Akuntabel

Data Kemenag menunjukkan jumlah madrasah di Indonesia mencapai lebih dari 80 ribu lembaga, dengan jutaan siswa yang tersebar dari jenjang ibtidaiyah hingga aliyah. Dalam ekosistem pendidikan tersebut, penguatan pembinaan keagamaan melalui kegiatan ibadah berjamaah menjadi salah satu strategi yang banyak diterapkan untuk menanamkan nilai religius sekaligus membentuk etos kedisiplinan siswa.

Di MTsN 2 Kota Malang, praktik pembinaan tersebut dijalankan melalui integrasi antara kegiatan ma’had dan program madrasah. Aktivitas ibadah berjamaah di masjid, termasuk selama Ramadan, ditempatkan sebagai bagian dari proses pendidikan yang berlangsung di luar ruang kelas.

Melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas ibadah kolektif, para santri menjalani proses pembelajaran sosial dan spiritual secara bersamaan. Mereka belajar mengatur waktu, menjaga ketertiban dalam ruang publik keagamaan, serta memahami dinamika kebersamaan dalam kehidupan berasrama.

Bagi Amin, pola pembiasaan seperti ini menjadi salah satu cara menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik dan pembentukan karakter siswa. Praktik ibadah di masjid tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban religius, tetapi juga sebagai ruang pendidikan yang membentuk sikap, etika, serta kesadaran spiritual para santri.


Topik

Pendidikan mtsn 2 kota malang kemenag kota malang mokhammad amin tohari tarawih salat tarawih



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya