free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Prof Nazaruddin Malik Pimpin 4 Universitas Muhammadiyah, Strategi Berbagi Sumber Daya Jadi Kunci

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

05 - Mar - 2026, 19:37

Placeholder
Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si, sosok yang dipercaya memimpin 4 Universitas Muhammadiyah (ist)

JATIMTIMES - Kepercayaan besar datang kepada Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si. Akademisi yang dikenal sebagai ekonom dan pengelola pendidikan tinggi ini kini memegang amanah memimpin empat perguruan tinggi Muhammadiyah di berbagai wilayah Indonesia. Situasi yang tidak lazim ini membuat namanya menjadi perbincangan di kalangan akademisi, karena jarang ada satu figur yang dipercaya memimpin beberapa universitas sekaligus.

Saat ini, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang untuk periode 2024 hingga 2028. Namun kepercayaan terhadapnya tidak berhenti di kampus yang bermarkas di Malang tersebut. Ia juga resmi ditetapkan memimpin tiga perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya yang tersebar di berbagai daerah.

Baca Juga : Hobi Nonton Konten Donghua, Pegawai MBG Asal Madura Menangkan Honda WR-V

Di kawasan timur Indonesia, ia dipercaya menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Manado untuk periode 2025 sampai 2029. Amanah lain juga datang dari Universitas Muhammadiyah Kupang yang melantiknya sebagai rektor untuk periode 2025 hingga 2027. Sementara di wilayah Jawa Barat, ia juga dipercaya memimpin Universitas Muhammadiyah Indonesia di Bekasi untuk periode 2025 sampai 2029.

Empat kampus dengan karakter wilayah yang berbeda kini berada dalam lingkup kepemimpinannya. Bagi Nazaruddin Malik, kepercayaan tersebut bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab besar yang tidak ringan.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan dirinya dipilih untuk memimpin beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah tersebut. Namun ia menduga keputusan itu berkaitan dengan pengalaman manajerial yang ia jalankan selama memimpin Universitas Muhammadiyah Malang.

Menurutnya, kemungkinan besar pimpinan Muhammadiyah melihat praktik pengelolaan pendidikan yang telah berkembang di UMM dapat menjadi model untuk mempercepat perkembangan universitas Muhammadiyah di daerah lain.

“Saya sendiri tidak tahu persis apa dasar menunjuk saya secara pribadi. Yang paling mungkin karena saya sedang menjadi rektor di UMM, sehingga praktik manajemen pendidikan yang diterapkan di sini bisa ditransfer ke kampus lain,” ujarnya, Kamis, (5/3/2026).

Ia menilai pengembangan perguruan tinggi Muhammadiyah di beberapa daerah memang membutuhkan percepatan. Karena itu, dibutuhkan proses transfer pengalaman dan praktik baik yang sudah berjalan di kampus yang lebih mapan.

Bagi Nazaruddin Malik, tugas tersebut bukan perkara sederhana. Mengelola satu universitas saja sudah menuntut energi besar, apalagi jika harus mendampingi beberapa kampus yang berada di wilayah berbeda dengan tantangan yang tidak sama.

Karena itu ia memilih pendekatan berbagi sumber daya sebagai strategi utama. Dalam skema ini, ia tetap menjalankan tugas utama di Malang, sementara penguatan manajemen di kampus lain dilakukan dengan menempatkan sejumlah dosen dari UMM.

Setiap universitas yang sedang didampingi biasanya ditempatkan satu atau dua dosen dari UMM. Para dosen tersebut tidak hanya mengajar, tetapi juga memegang peran strategis dalam pengelolaan kampus.

Mereka ditugaskan sebagai sekretaris pelaksana rektor atau koordinator pelaksana rektor. Peran ini membuat mereka menjadi penghubung antara sistem manajemen yang dikembangkan di UMM dengan kebutuhan pengembangan di kampus tujuan.

“Simbolisnya memang menempatkan orang. Tapi sebenarnya yang kita lakukan adalah mentransfer knowledge management. Jadi bagaimana sistem pengelolaan kampus yang berjalan di UMM bisa diterapkan di tempat lain,” kata Nazaruddin.

Proses transfer pengetahuan manajemen ini menjadi inti dari strategi percepatan pengembangan perguruan tinggi Muhammadiyah. Melalui pendekatan tersebut, pengalaman pengelolaan akademik, tata kelola kelembagaan, hingga sistem pengembangan sumber daya manusia dapat dibagikan secara langsung.

Namun tantangan terbesar yang ia hadapi bukan sekadar persoalan administratif. Setiap kampus memiliki karakter daerah yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan tidak bisa disamakan.

Menurutnya, karakter sosial masyarakat di Malang berbeda dengan Bekasi yang berada di kawasan perkotaan besar dan dekat dengan pusat pemerintahan serta industri. Sementara itu, dinamika sosial di Manado memiliki latar budaya yang berbeda dengan masyarakat di Nusa Tenggara Timur, termasuk Kupang.

Perbedaan karakter tersebut juga memengaruhi cara pengelolaan kampus, pola komunikasi dengan masyarakat, hingga strategi pengembangan institusi.

Baca Juga : Kronologi Mahasiswa Undip Dikeroyok 30 Rekan Satu Jurusan, Patah Tulang Hidung hingga Gegar Otak

“Karakter di daerah sangat berbeda. Karakter Malang berbeda dengan Bekasi, dan tentu berbeda lagi dengan Manado maupun Kupang. Itu tantangan yang cukup berat,” jelasnya.

Selain faktor sosial dan budaya, kondisi organisasi Muhammadiyah di setiap daerah juga memengaruhi perkembangan perguruan tinggi yang dikelolanya. Ia menilai organisasi Muhammadiyah di beberapa wilayah masih dalam tahap penguatan, sehingga membutuhkan waktu untuk berkembang sekuat di Jawa Timur.

Perbedaan tingkat kematangan organisasi tersebut turut memengaruhi kecepatan pengembangan kampus. Karena itu, strategi yang diterapkan juga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Nazaruddin Malik melihat Muhammadiyah memiliki kekuatan organisasi yang cukup solid. Tradisi kepatuhan terhadap keputusan pimpinan membuat seluruh elemen organisasi biasanya bergerak bersama ketika ada program pengembangan yang ditetapkan.

Dalam tradisi Muhammadiyah, prinsip taat asas menjadi pegangan. Ketika pimpinan pusat memberikan arahan mengenai arah pengembangan perguruan tinggi, maka seluruh unsur organisasi biasanya menjalankannya secara kolektif.

Selain penguatan manajemen internal, Nazaruddin Malik juga mendorong kolaborasi akademik antar perguruan tinggi Muhammadiyah. Gagasan ini tengah didorong oleh Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai bagian dari integrasi jaringan kampus Muhammadiyah di Indonesia.

Salah satu program yang sedang disiapkan adalah skema pertukaran mata kuliah atau transfer kredit antar kampus. Melalui skema ini, mahasiswa dari satu universitas Muhammadiyah dapat mengambil beberapa mata kuliah di kampus lain.

Nilai dari mata kuliah tersebut nantinya tetap diakui oleh universitas asal mahasiswa. Dengan cara ini, mahasiswa dapat merasakan pengalaman akademik yang lebih luas tanpa harus berpindah universitas secara permanen.

Tidak hanya di lingkungan Muhammadiyah, UMM juga mulai membuka peluang kerja sama akademik dengan perguruan tinggi nasional. Salah satu rencana yang sedang dipersiapkan adalah kolaborasi dengan Universitas Indonesia.

Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa UMM berkesempatan mengambil mata kuliah di Universitas Indonesia selama satu semester. Mata kuliah yang diambil nantinya akan diakui sebagai bagian dari kurikulum di UMM.

Bagi Nazaruddin Malik, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi Muhammadiyah di berbagai daerah.

Ia menyadari bahwa amanah memimpin beberapa universitas sekaligus bukan hal biasa. Namun baginya, yang terpenting adalah bagaimana perguruan tinggi yang didampingi dapat berkembang lebih cepat dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.


Topik

Pendidikan prof nazaruddin malik rektor unmuh malang universitas muhammadiyah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan