JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan penguatan infrastruktur pengendali banjir tetap menjadi prioritas utama. Salah satunya melalui pembangunan mini bozem di kawasan Bondowoso yang didukung pendanaan jumbo dari luar negeri dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menegaskan bahwa proyek tersebut sepenuhnya didukung anggaran dari National Urban Flood Resilience Project (NUREP) yang bersumber dari Bank Dunia.
Baca Juga : Warga Tlogosari Gotong Royong Bangun Jembatan Swadaya Usai Diterjang Banjir
“Ini dari NUREP (National Urban Flood Resilience Project), yang dari Bank Dunia. Yang saya sampaikan kalau totalnya yang disampaikan Pak Wali, kita dapat bantuan 145 miliar itu,” ujar Dandung.
Anggaran senilai Rp 145 miliar tersebut dialokasikan untuk pembangunan sistem pengendali banjir di wilayah Bondowoso, termasuk pembangunan mini bozem yang berfungsi menampung air sementara sebelum dialirkan ke saluran baru. Dengan sistem ini, aliran air diharapkan lebih terkendali dan tidak langsung membebani saluran utama.
“Terkait Bozem di Bondowoso, jadi ini mini bozem ya. Mini bozem nanti di Bondowoso itu nanti ada antrean air. Antrean air sebelum masuk ke saluran Bondowoso yang baru nanti, jadi kita tangkap airnya itu biar semacam antrean dulu nanti di mini bozem di sana,” jelasnya.
Saat ini, penggunaan anggaran masih berada pada tahap awal. Proses pengadaan dan lelang proyek sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah pusat sebagai bagian dari mekanisme pendanaan NUREP.
“Proses pengadaan, proses lelang oleh pemerintah pusat,” kata Dandung.
Jika tidak ada kendala, penandatanganan kontrak proyek diproyeksikan berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret. Anggaran tersebut akan mulai direalisasikan pada tahap konstruksi yang dijadwalkan berjalan setelah Lebaran tahun 2026.
“Perkiraannya kalau lancar sekitar awal Maret itu sudah tanda tangan kontrak. Pengerjaannya tahun 2026. Jadi kalau lancar nanti setelah lebaran itu nanti sudah mulai pekerjaan konstruksi. Jadi tanda tangan kontrak nanti antara akhir Februari sampai dengan awal Maret sesuai jadwal,” imbuhnya.
Baca Juga : Farida Nurhan Jual Akun YouTube Rp 10 Miliar, Akui Penghasilan Anjlok dan Facebook Lebih Menggiurkan
Dandung mengakui hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kapasitas tampung mini bozem yang akan dibangun karena masih menunggu hasil perencanaan teknis lanjutan. “Kita belum tahu, kita lihat nanti,” ujarnya singkat.
Anggaran besar tersebut juga mencakup pembangunan saluran dengan dimensi lebar dan panjang menggunakan box culvert berukuran antara 2,5 hingga 3 meter. Kompleksitas pekerjaan inilah yang membuat proyek direncanakan selesai pada awal 2027.
“Kalau pengerjaannya sampai awal 2027. Pertama karena panjang. Yang kedua dimensinya lebar. Kemudian yang ketiga kan pengerjaan itu nanti dimungkinkan di tengah jalan. Jadi posisi di tengah jalan, menggunakan lokasi yang sebelumnya dipakai untuk jacking. Jacking-nya nanti akan kita bongkar, kita angkat nanti,” paparnya.
Dengan dukungan anggaran dari Bank Dunia tersebut, Pemkot Malang optimistis persoalan banjir di kawasan Jalan Galunggung, Jalan Bareng, Jalan IR Rais hingga Jalan Raya Langsep dapat ditangani secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
