JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah mengkaji rencana pemberian nama pada sejumlah gedung milik daerah. Menariknya, nama-nama tersebut nantinya akan diambil dari para mantan Wali Kota Malang yang telah wafat sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian mereka.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa selama ini banyak gedung di Kota Malang yang belum memiliki nama khusus. Padahal, menurutnya, pemberian nama gedung bisa menjadi sarana edukasi sekaligus penghormatan terhadap sejarah kepemimpinan daerah.
Baca Juga : 200 Becak Listrik Mengaspal di Kota Malang, Tarif Resmi hingga Jalur Wisata Segera Diatur
“Gedung-gedung di Kota Malang ini kan banyak yang belum ada namanya masing-masing. Nanti akan kita lihat dulu, kita inventarisir mana yang layak untuk diberi nama. Kalau yang kecil-kecil tentu tidak,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan, proses penamaan tidak akan dilakukan sembarangan. Pemkot Malang akan menyesuaikan dengan rekam jejak serta jasa para mantan Wali Kota yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi pembangunan kota.
“Ini juga kita sesuaikan dengan jasa-jasa Wali Kota sebelumnya. Supaya kita lebih mudah mengenal, sekaligus menghargai para Wali Kota Malang yang sudah berjasa,” katanya.
Wahyu bahkan menyinggung masih adanya aparatur sipil negara (ASN) yang belum mengenal sejarah pimpinan daerah terdahulu. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penamaan gedung dengan nama tokoh-tokoh lokal.
“Kadang ada ASN baru, kita tanya nama Wali Kota yang dulu, ada yang tidak tahu. Nah ini sekaligus jadi pengingat sejarah,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Wahyu menegaskan bahwa nama yang akan digunakan adalah nama mantan Wali Kota Malang yang telah meninggal dunia. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan yang bersifat abadi.
Baca Juga : 9 Reklame di Jalur Protokol Batu Dicap Ilegal, Pemkot Beri Deadline 14 Hari Sebelum Bongkar Paksa
“Nanti kita beri nama gedung-gedung itu dengan nama mantan Wali Kota yang sudah meninggal,” tegasnya.
Rencana ini pun berpotensi menambah nilai historis gedung-gedung pemerintahan di Kota Malang, sekaligus memperkuat identitas dan ingatan kolektif terhadap para pemimpin yang pernah berjasa membangun kota pendidikan tersebut.
