Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Wisata

Bromo Masih Ditutup imbas Kebakaran, 3 Wisata di Probolinggo Ini Tetap Bisa Dikunjungi

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

10 - Aug - 2026, 19:19

Placeholder
Kondisi pasca kebakaran Bromo. (Foto: TikTok)

JATIMTIMES - Kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, membuat akses menuju kawasan wisata tersebut ditutup total. Meski demikian, wisatawan masih memiliki sejumlah pilihan destinasi di sekitar Bromo yang dilaporkan aman untuk dikunjungi.

Penutupan akses menuju kawasan Gunung Bromo dilakukan melalui empat pintu resmi sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB. Kebijakan tersebut diambil menyusul kebakaran hutan dan lahan yang masih ditangani petugas.

Baca Juga : Surabaya Perkuat Sektor MICE, Peserta Pertemuan Ditawarkan Paket Wisata hingga City Tour

Di tengah penutupan tersebut, sejumlah destinasi wisata di wilayah Kabupaten Probolinggo disebut masih berada dalam kondisi aman. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi.

"Akses menuju kawasan Gunung Bromo dari empat pintu resmi ditutup sejak Sabtu pukul 22.00 WIB karena kebakaran, namun sejumlah destinasi wisata di wilayah Kabupaten Probolinggo yang berada di sekitar kawasan Bromo masih dalam kondisi aman untuk dikunjungi," kata Heri, dilansir Antara, Senin (10/8/2026). 

Berdasarkan pemantauan Disporapar Kabupaten Probolinggo, setidaknya ada tiga lokasi wisata yang untuk sementara masih dapat dikunjungi. Berikut daftarnya:

1. Jembatan Kaca Bromo

Jembatan Kaca Bromo menjadi salah satu destinasi yang masih dinyatakan aman. Lokasinya berada di wilayah Kabupaten Probolinggo dan titik api disebut masih cukup jauh dari kawasan tersebut.

2. Puncak Seruni Point
Wisatawan juga masih dapat mengunjungi Puncak Seruni Point. Destinasi ini menjadi salah satu lokasi yang dipantau pemerintah daerah di tengah perkembangan kebakaran kawasan Bromo.

3. Terminal Wisata Seruni Point
Selain Puncak Seruni Point, Terminal Wisata Seruni Point juga disebut masih dalam kondisi aman dan memungkinkan untuk dikunjungi.

Meski tiga lokasi tersebut masih aman, pemerintah daerah mengingatkan wisatawan untuk tidak mengabaikan perkembangan terbaru kondisi kebakaran.

"Untuk beberapa destinasi wisata tersebut kondisi hari ini masih aman dan juga masih memungkinkan untuk dikunjungi wisatawan. Namun, kami tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan," ujar Heri.

Status tersebut juga dapat berubah apabila kondisi kebakaran meluas atau mulai mengancam kawasan wisata.

"Hari ini masih aman untuk dikunjungi, tetapi apabila suatu waktu ada perubahan dan perkembangan di lapangan, kemungkinan juga akan ditutup apabila mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketenangan," sambungnya.

Karena itu, calon wisatawan disarankan mencari informasi terbaru sebelum berangkat. Jangan sampai destinasi yang sebelumnya masih dibuka kemudian ditutup karena perubahan kondisi di lapangan.

Sementara itu, kebakaran di kawasan Gunung Bromo terus mendapat penanganan petugas gabungan. Berdasarkan catatan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), kawasan yang terdampak kebakaran hingga Minggu (9/8/2026) telah mencapai 520 hektare.

Baca Juga : 400 Talenta Muda Unjuk Gigi Dalam Ajang Soekarno Cup, Tuan Rumah Jatim Akui Keunggulan Lawan

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan angka tersebut merupakan luas kawasan yang terdampak kebakaran. "Tercatat hingga saat ini ada 520 hektar kawasan terdampak kebakaran," kata Rudijanta. 

Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan catatan sebelumnya. Sehari sebelumnya, kawasan terdampak disebut masih sekitar 250 hektare berdasarkan keterangan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

Emil menjelaskan angka 500 hektare yang disebutnya bukan berarti seluruh kawasan tersebut terbakar. Angka itu merujuk pada luasan kawasan yang terdampak kebakaran.

"Ini bukan luasan kebakaran saat ini, tapi luas yang terdampak kebakaran meningkat dari 250 hektar menjadi 500 hektar," kata Emil.

Kebakaran disebut melanda sejumlah bagian kawasan Bromo, termasuk area tebing dan sabana. Kondisi vegetasi yang kering turut membuat api lebih mudah menjalar.

Angin kencang yang berembus sejak Sabtu siang juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kobaran api membesar. Api kemudian bergerak dari bagian atas tebing menuju kawasan di bawahnya.

Saat menjalar ke bagian bawah tebing, api melahap rerumputan serta tanaman yang berada dalam kondisi kering.

Meski sebagian area yang terbakar telah berhasil dipadamkan, petugas gabungan masih melakukan pemantauan. Penanganan melibatkan unsur TNBTS, BPBD, TNI, dan Polri.

Emil mengatakan petugas tidak hanya fokus pada titik yang masih terbakar, tetapi juga mengecek lokasi yang sebelumnya sudah berhasil dipadamkan untuk memastikan tidak kembali muncul titik api.

Dengan kondisi tersebut, wisatawan yang hendak berkunjung ke sekitar Bromo perlu memperhatikan pengumuman terbaru dari pemerintah maupun pengelola wisata. Keselamatan pengunjung dan kelancaran penanganan kebakaran menjadi pertimbangan utama dalam menentukan buka-tutup destinasi. 


Topik

Wisata Gunung Bromo Kebakaran Gunung Wisata Probolinggo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Wisata

Artikel terkait di Wisata