Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Bibit Siklon dan Monsun Australia Picu Angin Kencang di Malang Raya

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

26 - Jul - 2026, 19:50

Placeholder
Pemandangan pemukiman Kota Malang. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Musim kemarau di Malang Raya tidak hanya ditandai dengan udara yang lebih sejuk pada pagi dan malam hari. Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat juga dihadapkan pada fenomena angin kencang yang berpotensi memicu berbagai bencana, mulai dari pohon tumbang hingga kebakaran lahan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap kondisi tersebut sebagai fenomena biasa. Sebab, kecepatan angin yang meningkat diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal pekan depan.

Baca Juga : 10 Kota Tujuan Kuliah Terbaik di Dunia Versi QS Best Student Cities 2027, Adakah Kota dari Indonesia?

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur di Karangploso, Retno Wulandari, menjelaskan bahwa angin kencang dipengaruhi oleh menguatnya angin muson timur dari Australia yang terjadi bersamaan dengan keberadaan bibit siklon tropis di wilayah timur Filipina.

“Dua fenomena atmosfer itu saling memengaruhi sirkulasi udara di wilayah Indonesia bagian selatan, sehingga kecepatan angin di Jawa Timur, termasuk Malang Raya, meningkat dibandingkan kondisi normal,” jelas Retno.

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, kecepatan angin di kawasan Karangploso rata-rata mencapai sekitar 30 kilometer per jam. Sementara itu, wilayah Malang bagian selatan seperti Kecamatan Pagelaran dan Kalipare mengalami embusan angin yang lebih kuat, dengan kecepatan mencapai sekitar 35 kilometer per jam.

Retno mengatakan, angin kencang tidak hanya terjadi pada siang hari, tetapi juga berlangsung hingga malam sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan sepanjang waktu.

“Karakteristik anginnya cukup konsisten sepanjang hari. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak lengah meski cuaca terlihat cerah,” katanya.

Selain berpotensi menumbangkan pohon maupun merusak bangunan ringan, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Timur. Nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum berlayar.

Di sisi lain, suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari disebut bukan merupakan kondisi yang tidak biasa. Fenomena tersebut merupakan dampak dari aktifnya angin muson Australia yang membawa massa udara dingin dan kering ke wilayah Indonesia.

Baca Juga : Kecam Pernyataan Presiden Soal Londo Ireng, Lintas Organisasi Jurnalis di Malang Bakal Aksi Unjuk Rasa Besok

“Udara yang lebih dingin pada Juli hingga Agustus merupakan karakter musim kemarau. Namun, dari hasil pemantauan kami, suhu saat ini sudah mulai sedikit meningkat dibandingkan awal bulan,” ujarnya.

BMKG juga mengingatkan bahwa kombinasi angin kencang dan cuaca kering meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan maupun kebakaran akibat pembakaran terbuka yang tidak diawasi.

Karena itu, masyarakat diminta memastikan pohon di sekitar rumah dalam kondisi aman, mengamankan benda-benda yang mudah tertiup angin, serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api di lahan terbuka.

“Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruangan. Waspadai pohon yang rapuh, papan reklame, maupun atap bangunan yang berpotensi terdampak angin kencang. Hindari juga pembakaran terbuka karena risikonya jauh lebih besar saat musim kemarau,” tutupnya.


Topik

Peristiwa Bibit Siklon Monsun Australia Angin Kencang Malang Raya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni