JATIMTIMES - Setelah melalui serangkaian pembahasan intensif, negosiasi teknis antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Swiss resmi rampung pada Selasa (23/6/2026). Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan awal yang dinilai menjadi langkah penting dalam membuka kembali jalur diplomasi antara kedua negara, termasuk pembentukan kelompok kerja khusus untuk membahas isu nuklir, sanksi ekonomi, hingga pemulihan pembangunan.
Mengutip laporan IRNA , Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan kedua belah pihak sepakat membentuk empat kelompok kerja sebagai tindak lanjut dari perundingan.
Baca Juga : Wali Kota Mas Ibin Tegaskan Pakta Integritas Harus Menjadi Budaya Kerja di Lingkungan Pemkot Blitar
“Empat kelompok kerja akan dibentuk, yaitu Penghentian Sanksi, Urusan Nuklir, Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi, serta Pemantauan dan Implementasi,” ujar Gharibabadi sebagaimana dikutip IRNA.
Selain membahas persoalan nuklir dan sanksi, perundingan juga menyinggung isu keamanan kawasan. Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator, , menegaskan bahwa akan tetap berada di bawah pengelolaan Iran.
“Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelum perang dan akan dikelola oleh Republik Islam Iran sesuai dengan hukum internasional,” kata Ghalibaf, seperti dilaporkan AFP melalui IRNA.
Dalam video yang diunggah melalui akun Telegram pribadinya, Ghalibaf menyebut pertemuan di Burgenstock, Swiss, menghasilkan sejumlah perkembangan positif.
“Menurut saya, perjalanan ini menghasilkan pencapaian yang baik, terutama mengenai diskusi tentang Selat Hormuz, Lebanon, masalah pengecualian minyak, dan pencairan dana yang dibekukan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa proses diplomasi masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut.
“Tentu saja, kita percaya bahwa kita masih berada di awal pekerjaan ini dan harus melanjutkan upaya kita,” tambahnya.
Sebelumnya, pada putaran pertama pembicaraan yang berlangsung Senin (22/6/2026), Iran dan Amerika Serikat juga dikabarkan menyepakati pembentukan jalur komunikasi untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka serta mendukung upaya penghentian pertempuran di Lebanon.
Baca Juga : Surabaya Diguyur Hujan Ekstrem, Pemkot Optimalkan Pompa dan Percepatan Drainase
Di sisi lain, Amerika Serikat dilaporkan menangguhkan sementara sebagian sanksi terhadap minyak Iran setelah Wakil Presiden AS menyatakan bahwa Teheran bersedia kembali menerima inspektur nuklir dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sebagai bagian dari perkembangan tersebut, Iran juga disebut berpeluang memperoleh keringanan sanksi tambahan dan pencairan sebagian aset yang selama ini dibekukan.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menegaskan bahwa negaranya tidak sedang menegosiasikan program nuklir maupun menerima komitmen baru dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat di Swiss.
Baghaei juga menyatakan bahwa kerja sama Iran dengan akan tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku dan mengikuti persetujuan parlemen Iran serta keputusan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara tersebut.
Rampungnya negosiasi ini menjadi sinyal adanya upaya untuk meredakan ketegangan yang selama ini membayangi hubungan Iran dan Amerika Serikat. Meski sejumlah kemajuan telah dicapai, implementasi hasil perundingan dan pembahasan lanjutan melalui empat kelompok kerja tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah hubungan kedua negara dalam waktu mendatang.
