JATIMTIMES - Kabar penting bagi para pendaki yang berencana menjajal jalur Gunung Arjuno-Welirang dalam waktu dekat. UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo mengumumkan penutupan sementara sejumlah jalur pendakian pada periode Juni hingga Juli 2026.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @tahuraradensoerjo.official. Penutupan dilakukan karena adanya kegiatan masyarakat hingga pelaksanaan event Mantra Summit Challenge.
Baca Juga : Redam Dampak Negatif Medsos pada Remaja, Ini Cara Lintas Seniman Kota Batu
"Berikut adalah pengumuman penutupan sementara jalur pendakian Arjuno-Welirang periode Juni-Juli 2026," tulis akun tersebut.
Berdasarkan pengumuman itu, ada tiga periode penutupan yang perlu diperhatikan calon pendaki.
Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Arjuno-Welirang
1. 27-29 Juni 2026
◦ Jalur pendakian via Sumberbrantas ditutup.
◦ Penutupan dilakukan karena adanya kegiatan masyarakat di Desa Sumberbrantas.
2. 3-5 Juli 2026
◦ Seluruh jalur pendakian Arjuno-Welirang ditutup total.
◦ Penutupan dilakukan untuk pelaksanaan event Mantra Summit Challenge.
3. 24-25 Juli 2026
◦ Jalur pendakian via Tambaksari ditutup.
◦ Penutupan berkaitan dengan kegiatan masyarakat di Desa Tambaksari.
Sementara itu, jalur lain yang tidak disebutkan dalam pengumuman tersebut tetap beroperasi normal.
"Jalur lain yang tidak disebutkan tetap beroperasi normal sesuai kuota harian. Harap memperhatikan jadwal tersebut sebelum melakukan pendakian," demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Sebagaimana diketahui, Tahura Raden Soerjo juga tetap membuka kuota pendakian harian bagi pendaki yang menggunakan jalur yang masih beroperasi. Kuota yang disediakan berkisar antara 500 hingga 550 pendaki setiap harinya.
Terdapat empat pintu masuk resmi menuju kawasan Gunung Arjuno dan Welirang, yakni:
• Via Lawang, Kabupaten Malang
• Via Sumberbrantas, Kota Batu
• Via Tretes, Kabupaten Pasuruan
• Via Tambaksari, Kabupaten Pasuruan
Calon pendaki diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan sebelum melakukan registrasi pendakian. Syarat pendakian diantaranya KTP, surat keterangan izin orang tua bagi pendaki yang berusia 10-18 tahun, dan surat sehat (rumah sakit, puskesmas, dokter praktik, dan klinik).
Selain melengkapi persyaratan administrasi, pendaki juga diwajibkan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, termasuk dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Petugas di setiap pos pendakian akan melakukan pengecekan terhadap logistik yang dibawa pendaki. Jumlah sampah yang dibawa turun harus sesuai dengan jumlah kemasan yang dibawa saat naik.
Karena itu, masyarakat yang berencana mendaki Gunung Arjuno-Welirang pada akhir Juni hingga Juli 2026 diimbau untuk mengecek kembali jadwal keberangkatan agar tidak bertepatan dengan masa penutupan jalur.
Jangan sampai sudah mempersiapkan perlengkapan dan melakukan perjalanan jauh, namun harus mengurungkan niat karena akses pendakian sedang ditutup sementara. Semoga informasi ini membantu ya.
