Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Warung Tekan Inflasi Sasar Pasar Bunul, Seratus Kilogram Cabai Ludes Diserbu Warga dan Pedagang

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

04 - Jun - 2026, 12:11

Placeholder
WTI yang digelar di Pasar Bunulrejo langsung diaerbu warga.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Warung Tekan Inflasi (WTI) kembali digelar Pemerintah Kota Malang untuk meredam lonjakan harga cabai yang masih terjadi di sejumlah pasar. Kali ini, intervensi dilakukan di kawasan Pasar Bunul setelah muncul laporan harga cabai di wilayah tersebut relatif tinggi dibanding lokasi lain.

Koordinator WTI Diskopindag Kota Malang, Hari Widayat, mengatakan program tersebut memang difokuskan pada komoditas yang sedang mengalami gejolak harga. Saat ini, cabai menjadi perhatian utama karena kenaikan harganya dinilai cukup signifikan dan berpotensi memicu inflasi.

Baca Juga : Dolar Jebol Rp18.000, Saham Ikut Ambruk! Ini Langkah Aman Lindungi Keuangan

“Yang kita intervensi sekarang cabai, karena memang komoditas ini yang fluktuasinya paling tinggi. Kota Malang bukan daerah produsen, sehingga sangat bergantung pada pasokan dari daerah lain. Ketersediaan barang sangat mempengaruhi harga,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Menurut Hari, pelaksanaan WTI merupakan bagian dari langkah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang. Diskopindag mendapat mandat untuk menyalurkan komoditas dengan harga lebih terjangkau kepada masyarakat.

Pasokan cabai yang dijual dalam kegiatan tersebut berasal dari kerja sama dengan Kabupaten Lumajang, sementara bawang merah selama ini dipasok dari Kabupaten Probolinggo melalui skema perjanjian kerja sama antardaerah.

Antusiasme masyarakat terhadap operasi pasar tersebut cukup tinggi. Hari menyebut sebanyak 100 kilogram cabai rawit yang disediakan habis terjual hanya dalam waktu sekitar dua setengah jam.

“Seratus kilogram langsung habis. Yang paling laris memang cabai rawit,” katanya.

Tidak hanya masyarakat umum, pedagang kecil juga diperbolehkan membeli cabai dengan jumlah lebih banyak. Diskopindag memberikan batas maksimal pembelian hingga 10 kilogram bagi pedagang dengan harapan harga jual kembali tetap terkendali.

“Pedagang boleh membeli sampai 10 kilogram, tetapi kami minta jangan mengambil keuntungan terlalu tinggi. Tujuannya supaya harga di pasar ikut turun dan inflasi bisa terkendali,” jelasnya.

Baca Juga : Unisba dan Dewan Pendidikan Perkuat Kolaborasi, Dorong Mutu Pendidikan Dasar di Kota Blitar

Sementara itu, salah satu pembeli, Ashadi (56), mengaku sangat terbantu dengan adanya WTI. Pedagang warung lalapan tersebut membeli cabai untuk kebutuhan usahanya setelah harga di pasaran terus mengalami kenaikan.

Ia menyebut harga cabai rawit di pasar sempat menyentuh Rp60 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah besar berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram. Kenaikan harga bahan baku tersebut membuat pelaku usaha kuliner kesulitan menyesuaikan harga jual.

“Kalau jual makanan matang kan susah menaikkan harga. Omzet saya turun hampir 30 persen karena harga bahan pokok naik terus,” ujarnya.

Ashadi yang biasanya membeli cabai di Pasar Bunul atau Pasar Besar berharap kegiatan WTI dapat lebih sering digelar dan menjangkau lebih banyak lokasi. Menurutnya, intervensi semacam ini cukup membantu pedagang kecil maupun masyarakat di tengah tingginya harga komoditas pangan.

"Karena kan memang harganya memang lebih murah. Dan memang sangat membantu," pungkasnya.


Topik

Ekonomi warung tekan inflasi wti hari hidayat pasar bunul



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi