Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Politik

Matangkan Konsolidasi Berjenjang, Demokrat Jatim Siap Gelar Musda Lebih Awal

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Nurlayla Ratri

02 - Jun - 2026, 17:35

Placeholder
Jajaran pengurus Partai Demokrat Jatim.

JATIMTIMES – DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) memberikan sinyal kuat akan mempercepat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) pada tahun ini demi mengejar efisiensi mesin partai jelang kontestasi politik mendatang. Langkah taktis ini diambil agar rantai konsolidasi internal organisasi mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat ranting tidak berjalan tergesa-gesa.

Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak, mengungkapkan bahwa jika merujuk pada Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang ada, masa bakti DPD Jatim sebenarnya masih tersisa hingga tahun depan. Namun, pihaknya memilih bersiap menggelar Musda lebih awal agar struktur di bawahnya memiliki waktu yang longgar untuk melakukan penyegaran secara berjenjang.

Baca Juga : PP 20/2026 Resmi Berlaku, Ini Daftar Profesi yang Tak Bisa Lagi Pakai Pajak UMKM 0,5%

"Di seluruh Indonesia sebagian provinsi atau DPD sudah melakukan Musda. Untuk Jawa Timur kami tentu akan mengikuti arahan dari DPP mengenai waktu pelaksanaan Musda. Memang tentunya Musda ini penting untuk melakukan konsolidasi menjelang datangnya pemilu," ujar Emil Dardak saat ditemui di Surabaya belum lama ini.

Emil menekankan pentingnya manajemen waktu dalam menggerakkan roda organisasi parpol. Menurutnya, kesiapan infrastruktur partai di tingkat akar rumput merupakan kunci utama keberhasilan pemilu, sehingga proses transisi kepemimpinan di daerah tidak boleh dilakukan secara mendesak.

"Memang kelihatannya masih lama, tapi konsolidasi ini kan bertahap. Setelah Musda nanti ada Muscab, kemudian tentu ada penyegaran sampai ke level PAC. Maka tidak boleh mepet juga," papar Wakil Gubernur Jatim itu.

"Jadi kita tidak akan mengikuti SK masa tugas kepengurusan. Kalau mengikuti SK-nya bisa sampai tahun depan, nah mungkin kemungkinan besar, ada kemungkinan tahun ini, tapi sekali lagi semua tergantung kepada keputusan dari DPP. Kami posisi tentu tegak lurus pada arahan DPP. Lebih seru kalau kita menunggu waktunya saja," lanjutnya.

Menanggapi dinamika internal terkait ramainya bursa calon Sekretaris DPD yang layak mendampinginya kelak, Emil yang santer disebut sebagai calon tunggal memilih menjaga etika politik. Ia menegaskan bahwa Demokrat menganut sistem tim formatur kolektif yang melibatkan lintas elemen termasuk unsur pimpinan pusat, sehingga kurang elok jika dirinya mendahului mekanisme resmi.

"Kepengurusan selain dari Ketua, kalau Ketua dipilih melalui Musda, kalau kepengurusan dipilih melalui formatur. Formatur ini lintas elemen dan tentunya di dalamnya juga ada DPP. Jadi saya tentu tidak bisa bicara sebagai pribadi, kurang elok ya kalau kemudian kami mendahului menyampaikan kriteria versi saya, apalagi saya sendiri kan Musdanya belum terlaksana," urainya diplomatis.

Kendati enggan mematok kriteria personal untuk figur sekretaris, Emil menggarisbawahi dua syarat mutlak yang wajib dipenuhi oleh seluruh fungsionaris baru kelak—baik di jajaran Ketua, Sekretaris, Bendahara hingga Kepala Badan.

Pertama, memiliki loyalitas kuat kepada partai yang bersandar dalam kerangka loyalitas pada NKRI dan masyarakat, sehingga arah gerakan organisasi tetap solid dan senapas. Kedua, wajib bekerja keras untuk turun langsung menyapa sekaligus memperjuangkan aspirasi konstituen sebagai esensi dasar dari keberadaan partai politik.

Baca Juga : Ketua IPSI Banyuwangi Terpilih Ingin Bangun Padepokan Pencak Silat 

Di sisi lain, percepatan konsolidasi lewat Musda ini dibaca sebagai fondasi awal Demokrat Jatim untuk meracik strategi baru guna mendongkrak perolehan suara pada Pemilu 2029. Emil secara terbuka merefleksikan performa partai pada Pemilu 2024 lalu yang dinilainya sempat goyah akibat rentetan cobaan politik eksternal maupun konstelasi nasional yang dinamis.

"Memang Partai Demokrat di 2024 mengalami berbagai cobaan yang tidak sederhana. Dimulai dari percobaan untuk pengambilalihan kepemimpinan, kemudian konstelasi Pilpres yang berubah di detik terakhir, ini semuanya berpengaruh kepada positioning elektoral," aku Emil secara blak-blakan.

Sebagai bagian dari strategi pemulihan elektoral, Emil meminta seluruh kader menjadikan hasil pemilu lalu sebagai modal evaluasi yang disyukuri. Langkah pembuktian diri ke depan tidak lagi sekadar narasi politik, melainkan diukur secara riil lewat performa dan kiprah nyata para wakil rakyat Demokrat yang duduk di parlemen.

"Tetapi kita tetap mensyukuri kerja keras semua insan Partai Demokrat di semua lini, sehingga capaian ini tetap menjadi capaian yang kita syukuri sebagai sebuah sarana untuk kemudian membuktikan diri," urainya. 

"Kita akan diukur dari kinerja 11 anggota DPRD kita di Jawa Timur dan 137 anggota DPRD Kabupaten/Kota. Plus tentunya fungsionaris, struktur yang duduk di DPD maupun di DPC hingga PAC. Masyarakat akan melihat betul apa kiprahnya selama masa pengabdian ini," pungkasnya.

 


Topik

Politik demokrat jatim musda emil dardak



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Nurlayla Ratri