Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

36 ASN Baru UIN Maliki Malang Disumpah: Menag Bicara Keikhlasan, WR 1 Tekankan Penguatan Layanan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

21 - May - 2026, 19:01

Placeholder
Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maliki Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D saat menyerahkan SK dalam prosesi pengambilan sumpah ASN baru di UIN Maliki Malang (ist)

JATIMTIMES - Prosesi pengambilan sumpah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Kamis, (21/5/2026) menjadi momentum penting bagi penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di kampus Ulul Albab tersebut. Sebanyak 36 CPNS formasi 2024 resmi diangkat menjadi ASN dalam prosesi yang digelar serentak secara nasional melalui Zoom dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama (Menag) RI KH Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.

Di balik prosesi formal itu, terdapat pesan mendalam tentang tanggung jawab moral, integritas, hingga keikhlasan dalam menjalankan pengabdian sebagai aparatur negara. Pengambilan sumpah berlangsung khidmat dengan diikuti para ASN baru yang akan memperkuat sektor akademik maupun administrasi kampus.

2

Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maliki Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D menjelaskan, bahwa dari total 36 pegawai yang resmi diambil sumpahnya sebagai PNS, sebanyak 24 orang merupakan tenaga pendidik atau dosen, sementara 12 lainnya mengisi sektor tenaga kependidikan. Komposisi tersebut dinilai strategis karena tidak hanya memperkuat aspek akademik, tetapi juga menopang kualitas layanan administrasi dan tata kelola kampus yang terus berkembang.

Baca Juga : Wali Kota Mas Ibin Minta ASN Baru Pemkot Blitar Jadi Penggerak Kota Masa Depan

Menurut Basri, kebutuhan terhadap sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi saat ini semakin kompleks seiring meningkatnya jumlah mahasiswa, penguatan tridarma perguruan tinggi, hingga tuntutan transformasi layanan berbasis digital. Karena itu, kehadiran ASN baru dipandang sebagai energi baru untuk memperkuat efektivitas kerja di berbagai lini pelayanan kampus.

3

Ia menilai, keberadaan SDM baru akan memberi dampak pada penguatan kualitas pembelajaran, pengembangan riset, serta pendampingan akademik mahasiswa. Sementara tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan administrasi berjalan lebih cepat, tertata, dan responsif terhadap kebutuhan civitas akademika.

“Dengan bertambahnya SDM ASN baru ini, diharapkan pelayanan kepada mahasiswa dan seluruh stakeholder kampus semakin optimal,” ujarnya.

6

Basri juga menekankan bahwa tantangan perguruan tinggi ke depan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga kemampuan institusi dalam menghadirkan layanan publik yang profesional dan adaptif. Karena itu, ASN baru diharapkan mampu bekerja dengan semangat kolaborasi dan memiliki kesiapan menghadapi perubahan sistem pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Ia berharap para pegawai yang baru disumpah tidak berhenti pada pencapaian status sebagai ASN, tetapi mampu menunjukkan dedikasi dan etos kerja yang kuat dalam mendukung kemajuan institusi. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga daya saing perguruan tinggi di tengah tuntutan masyarakat yang terus berkembang.

4

Lebih lanjut, bahwa penambahan ASN baru bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan struktur birokrasi, tetapi juga bagian dari penguatan kualitas institusi pendidikan tinggi. Dengan jumlah mahasiswa aktif yang mencapai 22.421 orang pada semester genap tahun akademik 2025/2026, kebutuhan terhadap pelayanan akademik dan administrasi yang profesional menjadi semakin besar.

Saat ini, jumlah PNS di lingkungan UIN Maliki Malang mencapai 670 orang. Jika digabungkan dengan pegawai PPPK dan pegawai BLU, total sumber daya manusia di lingkungan kampus tersebut telah mencapai 1.169 pegawai. Angka itu menunjukkan kompleksitas tata kelola kampus yang menuntut SDM adaptif sekaligus memiliki integritas kuat.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa status ASN bukan sekadar capaian karier, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan tanggung jawab moral dan spiritual. Pengabdian kepada negara harus tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan etika.

Baca Juga : Nestlé Indonesia Donasikan Mesin Bubut ke Polinema, Mahasiswa Teknik Kini Bisa Praktik dengan Standar Industri

Ia juga mengingatkan, bahwa keberhasilan para ASN baru tidak lepas dari perjuangan dan doa orang tua. Menurutnya, bentuk penghormatan terbaik kepada orang tua ialah menjaga perilaku dan tidak melakukan tindakan yang dapat mencoreng nama keluarga maupun institusi tempat bekerja.

“Jangan pernah melupakan mereka. Di balik kesuksesan Anda ada air mata yang pernah tumpah dalam doa-doa orang tua,” katanya.

Selain itu, Nasaruddin Umar juga menyoroti pentingnya penerapan nilai ASN BerAKHLAK dalam kehidupan kerja sehari-hari, mulai dari kompetensi, loyalitas, harmonisasi, hingga kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi. Nilai tersebut dinilai penting untuk membangun budaya birokrasi yang sehat dan profesional di lingkungan Kementerian Agama.

Ia juga menanamkan prinsip keikhlasan sebagai ruh pengabdian ASN. Dalam pandangannya, pekerjaan tidak semata dilakukan demi penilaian manusia, melainkan harus dilandasi ketulusan untuk memberikan manfaat.

“Yang kita kembangkan di Kementerian Agama adalah prinsip mukhlas, yakni melakukan kebaikan tanpa berharap pujian manusia,” ungkapnya.


Topik

Pendidikan uin maliki malang asn uin maliki malang menteri agama



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana