Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Ikan Sarden Kaleng Ramai Dibahas, Ahli Teknologi Pangan Ungkap Bukan Ultra Processed Food

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

21 - May - 2026, 11:08

Placeholder
Ikan sarden dalam kalengan. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Ikan sarden kalengan mendadak jadi bahan perdebatan hangat di media sosial. Banyak warganet ramai membahas apakah ikan kaleng termasuk ultra processed food (UPF) atau justru masih aman dijadikan stok makanan harian.

Perdebatan ini ramai usai Teknologi Pangan bernama Erwin Setiawan, membeberkan bahwa ikan kaleng bukan termasuk ultra processed food. Ikan sarden kalengan masih masuk kategori processed food karena bahan utamanya tetap berasal dari makanan asli atau real food.

Baca Juga : Komisi IV Godog Perda Inisiatif Program Pelaksanaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk Pekerja Rentan

“Sebagai orang Teknologi Pangan, mau kasih tau kalau ikan sarden (ikan kaleng) bukan ultra process food. Jadi cocok buat stock makaan kamu,” ungkap Erwin.

Erwin menambahkan proses pengawetan ikan kaleng umumnya tidak selalu menggunakan bahan pengawet tambahan. Teknik retort atau sterilisasi suhu tinggi membuat makanan dapat bertahan lama tanpa mudah terkontaminasi bakteri.

“Ikan kaleng termasuk process food. Bahan utamanya real food, ditambah bumbu dapur, lalu diawetkan menggunakan metode retort atau suhu tinggi,” imbun Erwin.

Pada proses pengalengan dilakukan tanpa harus selalu memakai bahan pengawet tambahan karena sterilisasi suhu tinggi sudah cukup membuat produk tahan lama. “Salah satu teknik pengawetan tanpa pengawet,” tambahnya.

Sedang, sarden kalengan memiliki variasi produk berbeda. Ada yang menggunakan saus tomat, minyak, maupun air garam.

Karena itu, konsumen disarankan membaca label informasi gizi sebelum membeli. Kandungan sodium atau natrium yang tinggi menjadi salah satu yang perlu diperhatikan, terutama bagi penderita hipertensi atau yang membatasi konsumsi garam.

Erwin juga menekankan bahwa ikan kaleng tetap boleh dikonsumsi sebagai stok makanan praktis, terutama dalam kondisi darurat seperti bencana atau kebutuhan logistik jangka panjang.

Baca Juga : 10 Jurusan Kuliah yang Mulai Ditinggalkan di Era Al, Harvard Ungkap Daftarnya

“Dikonsumsi selain darurat bisa kok, asal enggak tiap hari juga karena natriumnya tinggi,” terang Erwin.

Di sisi lain, ikan sarden tetap dikenal sebagai sumber protein dan omega-3 yang baik untuk tubuh. Kandungan tersebut bermanfaat menjaga kesehatan jantung, membantu fungsi otak, hingga menjaga kesehatan kulit.

Karena itulah sarden kerap menjadi pilihan makanan praktis dengan harga relatif terjangkau.

Bahkan beberapa waktu lalu tren makan sarden juga viral di media sosial setelah disebut dapat membantu membuat kulit lebih glowing karena kandungan omega-3 dan protein tinggi di dalamnya.


Topik

Serba Serbi Ikan Sarden Kaleng Ahli Teknologi Pangan erwin setiawan Ultra Processed Food



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni