Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

HJKS ke-733, Surabaya Shopping Festival 2026 Tebar Promo Belanja hingga Medical Tourism

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

13 - May - 2026, 19:21

Placeholder
Alun-Alun Kota Surabaya

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat dan wisatawan dari berbagai daerah untuk menikmati kemeriahan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tahun 2026. Tidak hanya menghadirkan festival budaya dan hiburan, HJKS tahun ini juga diramaikan dengan wisata belanja melalui Surabaya Shopping Festival (SSF) hingga penguatan medical tourism atau wisata medis.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudporapar) Kota Surabaya, Farah Andita Ramdhani, mengatakan bulan Mei menjadi waktu terbaik untuk berkunjung ke Kota Pahlawan karena hampir setiap pekan dipenuhi event menarik dan promo besar-besaran.

Baca Juga : Jawab Kritik DPRD Jatim, Gubernur Khofifah: Tempatkan Rekomendasi Sesuai Maqamnya!

“Selama satu bulan penuh Surabaya benar-benar meriah. Banyak event besar, promo belanja, festival budaya, hingga kegiatan wisata lainnya yang sayang dilewatkan,” kata Farah, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, SSF kembali menjadi salah satu agenda unggulan HJKS yang melibatkan pusat perbelanjaan, hotel, restoran, hingga pelaku UMKM lokal. Berbagai promo menarik pun disiapkan untuk menggairahkan wisata belanja di Surabaya.

“Kalau datang ke Surabaya selama bulan Mei, masyarakat tidak hanya menikmati festival, tetapi juga bisa berbelanja dengan banyak promo menarik di mal maupun pusat perbelanjaan,” ujarnya.

Dalam SSF 2026, masyarakat dapat menikmati berbagai program belanja dengan diskon hingga 70 persen di pusat-pusat perbelanjaan Surabaya selama bulan Mei 2026. Sebanyak 15 mal turut berpartisipasi dalam agenda tahunan tersebut, di antaranya Ciputra World Surabaya, City of Tomorrow, Food Junction, Galaxy Mall, Grand City, ITC Surabaya, Pakuwon City Mall, Pakuwon Mall, Pasar Atom Mall, Pakuwon Trade Centre, Plaza Marina, Plaza Surabaya, Royal Plaza, Trans Icon Mall, hingga Tunjungan Plaza.

“Selain menghadirkan promo besar-besaran, sejumlah pusat perbelanjaan juga menggelar night shopping, cashback, buy one get one free, lucky draw, event komunitas, hingga sport and wellness activity untuk menarik kunjungan wisatawan dan masyarakat selama HJKS berlangsung,” paparnya.

Tak hanya wisata belanja, Pemkot Surabaya juga mulai memperkuat sektor medical tourism sebagai bagian dari pengembangan pariwisata kota. Wisatawan diajak untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan maupun pengobatan di rumah sakit-rumah sakit Surabaya yang telah memiliki layanan wisata medis.

“Medical tourism ini ingin menunjukkan bahwa Surabaya tidak hanya punya wisata dan kuliner, tetapi juga layanan kesehatan yang berkualitas,” jelasnya.

Program medical tourism sebelumnya telah diluncurkan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan sejumlah rumah sakit yang memiliki sertifikasi layanan wisata medis. Pemkot Surabaya juga menggandeng travel agent untuk membantu mempromosikan layanan tersebut kepada masyarakat luar daerah.

Farah berharap kombinasi wisata belanja, festival budaya, kuliner, hingga layanan kesehatan mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama di Surabaya sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi hotel, restoran, pusat oleh-oleh, hingga pelaku UMKM lokal.

“Harapannya wisatawan datang ke Surabaya bukan hanya untuk menikmati event, tetapi juga berbelanja, staycation, kulineran, sampai memanfaatkan layanan kesehatan yang ada di sini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Surabaya Shopping Festival (SSF) 2026 sekaligus Wakil Ketua Bidang Promosi Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur, Hendra Lienanda, mengatakan SSF tahun ini diyakini mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi sekaligus wisata belanja selama bulan Mei.

“Promosi dilakukan secara masif. Berbagai program belanja dihadirkan untuk menarik minat pengunjung, mulai dari night shopping, buy one get one free, cashback hingga 50 persen, sampai diskon mencapai 70 persen bahkan 80 persen di sejumlah tenant,” kata Hendra.

Baca Juga : 50 Ucapan Kenaikan Yesus Kristus 2026 yang Penuh Makna, Cocok Dibagikan ke Keluarga dan Media Sosial

Menurutnya, keterlibatan 15 pusat perbelanjaan besar di Surabaya menunjukkan tingginya antusiasme pelaku usaha dalam menyemarakkan HJKS ke-733. Setiap mal disebut memiliki konsep promosi dan event berbeda untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih menarik bagi pengunjung.

“Tidak hanya pusat perbelanjaan modern, pelaku UMKM juga menjadi bagian penting dalam kemeriahan HJKS tahun ini. Berbagai bazar kuliner dan kegiatan promosi produk lokal digelar untuk memberi ruang lebih luas bagi UMKM Surabaya berkembang,” ujarnya.

Selain wisata belanja, Surabaya juga mulai memperkuat sektor medical tourism atau wisata medis. Dalam rangkaian HJKS tahun ini, sejumlah pusat perbelanjaan akan menggelar medical travel fair yang menghadirkan rumah sakit, klinik, hingga layanan konsultasi kesehatan.

“Konsep tersebut diharapkan dapat memperluas daya tarik wisata Surabaya, tidak hanya sebagai kota belanja dan kuliner, tetapi juga sebagai tujuan layanan kesehatan. Melalui berbagai program tersebut, wisatawan diajak datang ke Surabaya untuk menikmati pengalaman wisata yang lebih lengkap, mulai dari belanja, hiburan, kuliner, hingga layanan kesehatan dalam satu momentum perayaan HJKS ke-733,” terangnya.

Di sisi lain, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surabaya, Firman Sudi Permana, memastikan sektor perhotelan siap menyambut lonjakan wisatawan selama HJKS berlangsung.

“Kualitas pelayanan, kebersihan, keamanan, transportasi, hingga fasilitas pendukung terus diperkuat agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang nyaman dan berkesan selama berada di Surabaya,” ujar Firman.

Menurutnya, sejumlah hotel juga mulai menyesuaikan fasilitas agar lebih ramah bagi wisatawan medis, seperti penyediaan akses kursi roda, kamar khusus, area parkir ambulans, hingga fasilitas pendukung lainnya bagi pasien dan keluarga.

Firman menilai medical tourism menjadi salah satu sektor potensial yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Surabaya, khususnya dari wilayah Indonesia Timur.

“Aspek keamanan dan kenyamanan tamu tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, PHRI terus mengimbau seluruh hotel untuk melakukan audit internal secara berkala, mulai dari standar keselamatan, sistem kebakaran, kebersihan, pelayanan, hingga kelengkapan SOP operasional,” pungkasnya. 


Topik

Pemerintahan HJKS ke-733 Kota Surabaya Surabaya Shopping Festival 2026 Promo Belanja Medical Tourism



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan