Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Kandang Ayam di Ngantang Ludes Terbakar, Kerugian Rp50 Juta

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Yunan Helmy

12 - May - 2026, 15:06

Placeholder
Personel Damkar Kabupaten Malang saat melakukan penanggulangan kebakaran kandang ayam di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Selasa (12/5/2026) dini hari. (Foto: Damkar Kabupaten Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kebakaran terjadi  di sebuah kandang ayam seluas kurang lebih 7 x 25 meter di Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (12/5/2026). Dugaan sementara, kebakaran dipicu karena korsleting listrik hingga menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta.

Komandan Pleton (Danton) Seksi Penanggulangan Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang Andik Minarko menyebut, kebakaran terjadi pada Senin (11/5/2026) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Baca Juga : Polisi di Kota Batu Dituding Terlibat Penipuan Penggandaan Uang, Polres Beri Klarifikasi

Sekitar satu jam kemudian, peristiwa tersebut akhirnya dilaporkan ke Damkar Kabupaten Malang hingga kemudian kebakaran baru bisa dipadamkan pada Selasa (12/5/2026) dini hari.

"Indikasi sumber api diduga disebabkan karena korsleting listrik," ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Data Damkar mengungkapkan, kandang ayam yang ludes terbakar tersebut  milik Ghovinda warga Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. "Sementara untuk estimasi kerugian material kurang lebih Rp50 juta," ungkapnya.

Kronologi kebakaran bermula pada Senin (11/5/2026) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu pemilik bangunan mendapati kobaran api yang telah membesar di area kandang ayam miliknya.

"Diduga kuat kobaran api tersebut berasal dari hubungan arus pendek listrik alias korsleting," imbuhnya.

Melihat eskalasi api yang cepat merambat pada kawasan material bangunan, pemilik kandang ayam bergegas meminta bantuan kepada warga sekitar. Warga kemudian secara gotong royong berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya guna melokalisasi kobaran api agar tidak merambat ke bangunan di sekitarnya.

Namun, api pada saat itu sempat sulit untuk dipadamkan. Pemilik kandang ayam tersebut akhirnya menghubungi petugas Damkar Kabupaten Malang pada sekitar pukul 23.30 WIB.

Baca Juga : Cara Ambil PIN SPMB Jatim 2026 untuk SMA-SMK, Lengkap Syarat, Dokumen, dan Jadwal Pendaftaran

Beberapa saat kemudian, Tim Damkar yang tiba di lokasi langsung melakukan prosedur pemadaman serta pembasahan secara intensif. "Proses pemadaman dan pembasahan dilakukan menggunakan satu unit mobil PMK (Pemadam Kebakaran)," imbuhnya.

Andik menyebut, api pada akhirnya berhasil dipadamkan sekitar satu jam setelah petugas Damkar melakukan serangkaian tindakan penanggulangan kebakaran pada Selasa (12/5/2026) dini hari. "Setelah dilakukan penanganan selama kurang lebih 55 menit, api akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya dan situasi saat ini telah dinyatakan kondusif," pungkasnya.

Berdasarkan dokumentasi yang dihimpun JatimTIMES, kandang ayam tersebut diperkirakan dalam kondisi kosong saat terjadinya kebakaran. Lokasi kandang ayam tersebut terdiri dari bangunan semi permanen yang di antaranya berupa bambu, hingga beberapa material seperti tumpukan sekam.

Banyaknya material yang mudah terbakar itulah yang mengakibatkan api cepat membesar. Sehingga sempat sulit dipadamkan sebelum akhirnya petugas Damkar diterjunkan ke lokasi kejadian.


Topik

Peristiwa Kandang ayam terbakar Kabupaten Malang Damkar Kabupaten Malang korsleting



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Yunan Helmy