Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Wabah Hantavirus Merebak, WHO Pastikan Tak Perlu Pembatasan Perjalanan

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

05 - May - 2026, 14:19

Placeholder
Ilustrasi wabah penyakit. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Isu soal wabah Hantavirus yang diduga menjadi penyebab kematian 3 orang di kapal pesiar tengah menjadi sorotan. Wabah ini bahkan menjadi trending dalam penelusuran Google hingga Selasa (5/5/2026) siang. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan situasi masih terkendali dan tidak perlu adanya pembatasan perjalanan.

Kepala WHO Eropa, Hans Kluge, menjelaskan bahwa risiko penularan ke masyarakat luas tergolong rendah. “Infeksi Hantavirus umumnya terkait paparan lingkungan, seperti kontak dengan urine atau feses hewan pengerat yang terinfeksi. Meski dalam beberapa kasus bisa parah, virus ini tidak mudah menular antarmanusia," ujarnya melalui platform X, dikutip Selasa (5/5/2026).

Baca Juga : Pengamat Dorong Pemkot Surabaya Atur Batasan Rumah Kos dan Rusunami

“Risiko bagi masyarakat luas tetap rendah. Tidak ada alasan untuk panik atau melakukan pembatasan perjalanan." tambah tulisan Kluge di X. 

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah adanya laporan dugaan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde di Samudra Atlantik.

Dalam kasus tersebut, tiga orang dilaporan meninggal dunia. Selain itu, satu kasus telah dikonfirmasi positif, sementara lima lainnya masih dalam proses penyelidikan. Hingga kini, WHO mengklaim masih melakukan penelusuran secara rinci, termasuk pengujian laboratorium untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Dalam keterangannya, WHO menjelaskan bahwa hantavirus berbeda dengan penyakit menular seperti flu atau COVID-19. Penularan umumnya terjadi akibat paparan lingkungan yang terkontaminasi hewan pengerat, bukan melalui kontak langsung antar manusia. Karena itu, meski kasus diduga merebak di kapal pesiar, namun risiko penyebarannya dinilai sangat kecil.

Sebagai informasi, Hantavirus biasanya disebarka oleh hewan pengerat (rodensia), seperti tikus got (Rattus norvegicus), tikus rumah (R. tanezumi), tikus sawah, dan tikus ladang. Manusia bisa terinfeksi melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi, atau menghirup partikel udara dari kotoran tikus yang mengering

Baca Juga : Wabah Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar, Apa dan Seberapa Berbahaya Virus Ini?

Dilansir dari laman resmi Cleveland Clinic, ada sejumlah langkah pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari hantavirus. Salah satu upayanya dengan meminimalkan paparan terhadap hewan pengerat dan lingkungan yang terkontaminasi.

Beberapa langkah pencegahan lainnya yang disarankan antara lain:
• Menutup celah atau lubang di rumah yang berpotensi menjadi akses masuk tikus
• Menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat agar tidak menarik hewan pengerat
• Membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi dengan sarung tangan dan masker
• Tidak menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering karena dapat menyebarkan partikel ke udara
• Menjaga kebersihan lingkungan rumah, gudang, atau tempat penyimpanan barang

Itulah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi dan meminimalisir adanya penyebaran Hantavirus. Semoga informasi ini membantu ya. 


Topik

Kesehatan hantavirus who wabah hantavirus



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana