Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

FISIP UB Luncurkan Asta Bakti, Bidik Pembangunan Manusia Kawasan Bromo Tengger Semeru

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

02 - May - 2026, 17:49

Placeholder
Momentum Sidang Pleno Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-22 dan peluncuran Asta Bakti FISIP UB (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Momentum Sidang Pleno Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-22 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (2/5/2026), ditandai dengan peluncuran program strategis Asta Bakti. Program ini menjadi penegasan arah baru FISIP UB yang ingin bergerak lebih konkret menjawab persoalan masyarakat melalui pengembangan kawasan berbasis kolaborasi.

Dekan FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, S.E., M.Si., menegaskan Asta Bakti berisi delapan program prioritas yang dirancang untuk mengawal pembangunan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) beserta wilayah penyangganya.

1

Menurutnya, fokus paling penting bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi peningkatan kualitas manusia sebagai modal utama kemajuan daerah.

Baca Juga : 36 Tahun Color Models Inc, Perjalanan Panda yang Tak Pernah Takut Bermimpi

“Asta Bakti ada delapan program. Yang paling penting sebetulnya adalah bagaimana kita mendorong human capital, pembangunan manusianya, terutama di area Bromo Tengger Semeru plus kawasan Arjuno-Welirang,” ujar Ahmad Imron.

Ia menjelaskan, program tersebut menyentuh berbagai sektor strategis seperti ekonomi sirkular, sosial budaya, ketahanan pangan, energi, hingga penguatan sumber daya manusia. Seluruh agenda itu dirancang agar kawasan konservasi dan wilayah pedesaan sekitar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

4

Menurut Ahmad Imron, jika dijalankan secara konsisten, Asta Bakti dapat menjadi model pengembangan kawasan yang menyeimbangkan kesejahteraan masyarakat dengan pelestarian lingkungan.

“Kalau ini bisa menjadi embrio, saya kira bisa menjadi piloting, contoh bagaimana pengembangan kawasan itu mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus pelestarian lingkungan dan sustainability,” katanya.

Ia juga menekankan perguruan tinggi tidak lagi bisa hanya menjadi menara gading yang sibuk di ruang akademik, tetapi harus hadir langsung mendampingi masyarakat. Karena itu, dosen dan mahasiswa akan diarahkan turun ke lapangan untuk memastikan tridharma perguruan tinggi benar-benar berdampak.

“Perguruan tinggi hari ini tidak bisa berdiri sendiri sebagai menara gading. Kami ingin mendorong capaian tridharma menjadi sesuatu yang berdampak dan implementatif,” tegasnya.

2

Rektor UB, Prof. Widodo, menyambut positif peluncuran Asta Bakti. Menurutnya, kampus besar harus memiliki relevansi nyata di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari geopolitik, perubahan sosial, hingga disrupsi digital.

Ia menilai bidang keilmuan di FISIP memiliki peran strategis membaca perubahan dunia dan menyiapkan solusi kebijakan bagi Indonesia.

“Saya juga terima kasih ide yang disampaikan tadi Asta Bakti, luar biasa. Dan kita memang harus masuk ke situ. Sebagai perguruan tinggi besar di Indonesia, kita juga harus memiliki relevansi yang cukup untuk masyarakat kita,” ujar Widodo.

Baca Juga : 36 Tahun Color Models Inc, Perjalanan Panda yang Tak Pernah Takut Bermimpi

UB, lanjutnya, tidak cukup hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir membantu masyarakat melalui program nyata yang menjawab kebutuhan lapangan.

3

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyebut FISIP UB selama ini telah menjadi mitra penting pemerintah provinsi dalam berbagai diskusi kebijakan dan implementasi program pembangunan.

Ia menilai sinergi perguruan tinggi dan pemerintah perlu terus diperkuat, terutama saat Malang Raya telah ditetapkan sebagai kawasan metropolitan prioritas nasional.

“Brawijaya sendiri adalah kampus yang sangat menjadi rujukan bagi kami di Pemprov. Faculty member-nya telah menjadi partner kami dalam berbagai diskusi kebijakan dan implementasi program di lapangan,” kata Emil.

Dengan peluncuran Asta Bakti, Dies Natalis ke-22 FISIP UB tak sekadar menjadi perayaan usia institusi. Momentum ini menjadi penanda bahwa kampus mulai mengambil peran lebih agresif sebagai penggerak pembangunan kawasan, penguat desa, dan penjaga keberlanjutan lingkungan di Jawa Timur.


Topik

Pendidikan fisip ub asta bakti



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan