Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Opini

Geowisata, Sumber Devisa dan Investasi Kesehatan 3

Penulis : Adi Susilo - Editor : Redaksi

16 - Apr - 2026, 19:35

Placeholder
Adi Susilo, Ketua Pusat Studi Kebumian dan Mitigasi Bencana Universitas Brawijaya dan Ketua Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Brawijaya. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Suatu daerah yang sudah dideklarasikan sebagai Desa Wisata, perlu terus selalu untuk menggali potensi wisata yang ada di daerah tersebut. Perlu selalu ada inovasi, tapi tidak boleh sampai merusak ke unikan dari daerah tersebut. Pariwisata merupakan salah satu sumber devisa yang sangat prospek. Ketika suatu pariwisata di suatu daerah tumbuh dan berkembang, ekonomi lainnya akan mengikutinya; diantaranya adalah transportasi, penginapan, craft, kuliner dan masih banyak lagi yang bisa terlibat. Bahkan jalur perjalanan kearah daerah wisata, juga bisa terkena imbas perkembangan ekonomi tersebut. Namun ada suatu syarat, yang sepertinya cukup dan sangat berpengaruh, yaitu akses (jalur menuju) kearah daerah wisata tersebut. 

Menurut Undang Undang No. 10/2009 tentang Kepariwisataan, bahwa yang dimaksud dengan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Pariwisata juga bisa didefinisikan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan perjalanan yang dilakukan secara sukarela dan bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata, serta usaha-usaha yang berkaitan di bidang itu.

Baca Juga : Wajib Tahu! Kini Produk Makanan dan Minuman Harus Cantumkan Label Kadar Gula di Kemasan

Penulis akan mengulas tentang Desa wisata BOWELE, mengingat desa tersebut penulis anggap, dan berdasarkan beberapa penilaian yang bersifat kuantitatif, menjadi daerah yang baik sebagai Desa Geowisata. Kenapa dikatakan baik? Karena daerah ini, secara kebumian (geologi), adalah daerah yang di bentuk oleh beberapa struktur geologi (patahan, lipatan, rekahan) dan juga jenis batuan (batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf). 

Malang bagian selatan khususnya Desa Purwodadi berada di Zona Pegunungan Selatan (Southern Mountain) berumur Paleogen hingga Neogen (66 hingga 23 juta tahun yang lalu) yang merupakan jejak dari Old Andesite Formation. Daerah ini tersusun atas keragaman dan sejarah geologi yang unik, serta telah melalui beberapa proses geologi, yang mana, karena mempunyai struktur geomorfologi sebagai daerah perbukitan yang tinggi dan tajam, maka sangat rentan terhadap pengaruh degradasi. Daerah ini sudah pernah penulis uraikan di media online, yaitu Jatimtime sebanyak 3 kali. Yang pertama adalah, berjudul : Geowisata, Sumber Devisa dan Investasi Kesehatan 1 (https://jatimtimes.com/baca/280701/20221225/084100/geowisata-sumber-devisa-dan-investasi-kesehatan%20purwodadi). Yang kedua adalah : Geowisata, Sumber Devisa dan Investasi Kesehatan 2 (https://www.malangtimes.com/baca/281882/20230115/075900/geowisata-sumber-devisa-dan-investasi-kesehatan-2), dan yang ketiga adalah : Geowisata, sumber devisa dan investasi kesehatan di desa Purwodadi, Tirtoyudo (https://www.malangtimes.com/baca/298684/20231019/093300/geowisata-sumber-devisa-dan-investasi-kesehatan-di-desa-purwodadi-tirtoyudo)

Kalau kita bicara berkenaan dengan Geologi, maka Geologi Desa Purwodadi, di tunjukkan pada peta berikut:

1

Gambar 1. Kondisi Geologi desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang (Pegatariana, 2024)

Batuan beku dan batuan sedimen, mendominisai daerah ini. Penulis mencoba menunjukkan dua Lokasi saja, yang sebetulnya ada banyak lokasi lain yang juga menarik, baik dari segi geowisatanya maupun pariwisata secara umum.

1. Pantai Banyu Anjlok

Pantai Banyu Anjlok berada di Dusun Lenggoksono sebelah barat daya desa. Geosite terunik, dengan adanya singkapan batuan beku berukuran masif berwarna gelap. Geologi daerah ini berupa batuan adesit basaltik termasuk ke dalam Formasi Mandalika berumur Oligosen Akhir hingga Miosen Awal. Terbentuk dari aktivitas vulkanik purba serta terdapat juga singkapan perlapisan tuf di bagian atas. Adanya aliran sungai yang dibendung oleh batuan andesit masif membentuk air terjun serta kolam di atas tebing Pantai. Abrasi pantai juga mendukung terbentuknya morfologi yang dilihat sekarang. Bentang alamnya beragam, yang terdiri dari air terjun bertingkat mengalir langsung ke pantai. Terdapat juga gua litoral akibat adanya abrasi laut.

1

Terdapat gua yang berada di bawah batu besar tersebut. Di belakang dari foto dua orang pria ini, adalah penulis, yang mengambil gambar pada Pantai dan masih di air laut.

Baca Juga : Kasus TBC Melonjak, Wakil Ketua DPRD Jatim: Ini Darurat, Tak Bisa Dianggap Biasa

2. Pantai Klatakan (Kleta’an)

Teluk Kleta’an berada di Dusun Lenggoksono sebelah selatan Banyu Anjlok. Teluk Kletak’an memiliki fitur geologi berupa batuan andesit basaltik dengan struktur  kekar kolom yang horizontal dengan batuan tuf menumpang di atasnya. Morfologi berupa teluk kecil (cove) berbentuk lingkaran yang berdinding terjal. Dinding pada teluk ini tersusun dari kekar kolom yang terbentuk secara horizontal yang menghasilkan bentuk berundak pada tebing sekelilingnya.

2

Setahu penulis, hanya ada satu model batuan seperti ini, di dunia, yaitu model “columnar joint” yang rebah. Biasanya, columnar joint akan berbentuk vertical, karena adanya batuan beku yang terkena oleh gaya dari dua arah yang saling tegak lurus, yaitu kiri-kanan, dan muka-belakang.

Masih banyak tempat lain yang secara geologi, sangat unik, sehingga bisa menjadi daerah Geowisata, dan secara pemahaman masyarakat umum, daerah tersebut merupakan daerah yang indah. Oleh karena itu, adalah sangat perlu untuk kita dukung bersama, kekayaan alam, yang di permukaan tanah, yang bisa dimanfaatkan, baik untuk wisata secara khusus (Geowisata), maupun wisata secara umum. Mari terus kita galakkan untuk berwisata di sekitar daerah kita, dengan tujuan untuk entertainment dan healing, serta untuk ikut menumbuhkan perekonomian di daerah wisata. Kita berusaha, ketika berkunjung ke daerah wisata, untuk ikut membeli apa saja produk daeri Masyarakat lokal, agar peredaran uang bisa merata sampai ke daerah-daerah wisata yang masih alami.

 

Oleh: Adi Susilo, Ketua Pusat Studi Kebumian dan Mitigasi Bencana Universitas Brawijaya dan Ketua Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Brawijaya


Topik

Opini opini berita opini adi susilo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Adi Susilo

Editor

Redaksi