JATIMTIMES - Pemprov Jatim terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan kedokteran bertaraf internasional. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui partisipasi RSUD Dr Soetomo dalam Annual Educational Conference (AEC) 2026 yang diselenggarakan oleh Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME) pada 19–21 Februari 2026 di San Diego, Amerika Serikat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan dukungan penuh atas keikutsertaan RSUD Dr Soetomo dalam forum internasional tersebut yang diikuti oleh rumah sakit seluruh dunia.
Baca Juga : Jelang Lebaran, Diskopindag Kota Malang Waspadai Dampak Cuaca dan Potensi Panic Buying
“Partisipasi RSUD Dr Soetomo dalam konferensi ACGME ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan kedokteran di Jawa Timur agar selaras dengan standar internasional," ujarnya.
Gubernur Khofifah mengungkapkan, RSUD Dr Soetomo sebagai rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkesempatan mendapatkan undangan berpartisipasi dalam konferensi tersebut.
Keikutsertaan ini tidak lepas dari peran strategis RSUD Dr Soetomo sebagai rumah sakit pendidikan serta salah satu calon Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU), yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan profesi kedokteran sesuai standar internasional.
Gubernur Khofifah berharap para delegasi RSUD Dr Soetomo yang mengikuti diharapkan dapat memperkaya wawasan secara holistik terkait standar global pendidikan profesi, sekaligus melakukan evaluasi dan penguatan sistem pendidikan yang telah berjalan.
Khofifah berpesan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan kualitas layanan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus mendukung transformasi layanan kesehatan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi pendidikan, serta kolaborasi global.
“Peningkatan kualitas layanan kesehatan harus dimulai dari pendidikan yang unggul. Oleh karena itu, kami mendorong RSUD Dr Soetomo untuk terus berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan global, dan menjadi pusat pendidikan kedokteran yang berdaya saing internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Cita Rosita, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ACGME AEC 2026 menjadi momentum strategis bagi rumah sakit untuk memperkuat sistem pendidikan profesi kedokteran yang terstandar internasional.
Partisipasi dalam konferensi ACGME ini memberikan kesempatan bagi kami untuk belajar langsung dari praktik terbaik di tingkat global.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa sistem pendidikan residen dan fellow di RSUD Dr Soetomo terus berkembang, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada keselamatan pasien dan mutu layanan,” ujarnya.
Baca Juga : Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati Banyuwangi Luncurkan Program “Lapor Camat”
Ia menambahkan, hasil pembelajaran dari forum internasional ini akan menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan dalam pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran, dan tata kelola pendidikan profesi di RSUD Dr Soetomo.
“Kami berkomitmen mengimplementasikan standar pendidikan kedokteran internasional secara bertahap dan berkelanjutan. Harapan kami, RSUD Dr. Seotomo tidak hanya menjadi rumah sakit rujukan nasional, tetapi juga pusat pendidikan kedokteran yang unggul dan kompetitif di tingkat global,” tambahnya.
Dengan keikutsertaan dalam konferensi ACGME AEC 2026, RSUD Dr Soetomo diharapkan semakin siap dalam mengimplementasikan standar pendidikan profesi kedokteran bertaraf internasional, sekaligus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan dan pusat pendidikan unggulan di Indonesia
Konferensi pendidikan tahunan ACGME sendiri merupakan ajang pembelajaran unggulan di bidang pendidikan kedokteran pascasarjana (Graduate Medical Education/GME). Kegiatan ini diikuti lebih dari 5.000 profesional dari seluruh dunia, termasuk pendidik, pemimpin, dan inovator di bidang kedokteran akademik.
Mengusung tema “Meaning in Medicine”, konferensi ini menekankan pentingnya penyelarasan nilai pribadi dan profesional, peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan, serta penguatan kolaborasi dalam sistem pelayanan kesehatan. Tema tersebut juga mendorong peserta untuk meningkatkan kualitas pendidikan residen dan fellow, sekaligus berdampak pada peningkatan mutu pelayanan kepada pasien.
Adapun delegasi yang mengikuti AEC diantaranya Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus; Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya; Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Cita, serta Wakil Direktur Pendidikan Profesi, Penelitian dan SDM RSUD Dr. Soetomo, dr. Damayanti Tinduh.
