free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Suwandy Anggota DPRD Jatim Tanggapi Keresahan Warga Mojokerto soal Program MBG

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

15 - Feb - 2026, 19:23

Placeholder
Kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Suwandy Firdaus.

JATIMTIMES - Di sebuah pertemuan sederhana di Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jumat (13/2/2026) siang itu, pembicaraan tidak lagi soal politik. Ini tentang nasi, tentang anak-anak, dan tentang rasa takut yang pelan-pelan tumbuh di rumah-rumah warga.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Suwandy Firdaus, datang dalam agenda reses. Seperti biasanya, kursi-kursi ditata, tokoh masyarakat hadir, para pegiat seni duduk berbaur.

Baca Juga : Kadisparta Cup Kota Batu Sukses Digelar, Disparta Targetkan Naik ke Level Wali Kota Cup 2026

Namun yang mengemuka bukan sekadar daftar usulan pembangunan. Warga berbicara tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG)—dan tentang kabar keracunan yang menimpa sejumlah pelajar beberapa waktu lalu.

Program itu pada dasarnya lahir dari niat baik: memastikan anak-anak sekolah mendapat asupan gizi cukup. Tetapi di Mojokerto, niat baik itu sempat dibayangi kegelisahan.

Insiden keracunan membuat orang tua bertanya dalam diam, apakah makanan yang dibagikan benar-benar aman?

Dalam forum itu, keresahan tidak disampaikan dengan nada tinggi. Ia hadir sebagai kekhawatiran yang wajar: soal keamanan pangan, soal dapur penyedia, soal distribusi, soal siapa yang mengawasi sebelum makanan sampai ke tangan anak-anak.

Suwandy mencatat semua itu. Anggota Komisi E DPRD Jatim ini menyebut kegelisahan tersebut sebagai perhatian serius.

“Keresahan ini menjadi perhatian serius. Program pemenuhan gizi untuk pelajar sangat baik, tetapi dalam pelaksanaannya harus benar-benar diawasi secara ketat agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan,” ujarnya.

Politisi Partai NasDem itu berjanji membawa suara warga ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Baginya, program pemenuhan gizi tidak boleh berhenti pada slogan. Standar keamanan pangan, proses distribusi, hingga pengelolaan dapur, menurutnya, harus dipastikan berjalan sesuai prosedur.

Di tengah diskusi itu, satu hal terasa paling sederhana sekaligus paling penting: orang tua hanya ingin anak-anak mereka pulang sekolah dalam keadaan sehat.

Baca Juga : Reses Agus Cah DPRD Jatim Ungkap Kebutuhan Mendesak Pemberdayaan Kelompok Rentan

“Yang paling penting adalah anak-anak kita dapat belajar dengan senang, sehat, dan aman. Program pemenuhan gizi harus berjalan dengan baik sehingga kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi tanpa menimbulkan risiko kesehatan,” tegasnya.

Reses hari itu memang bukan hanya tentang MBG. Di penghujung acara, Suwandy menyerahkan bantuan apresiasi kepada sejumlah seniman dan pelaku seni Mojokerto. Di tengah perbincangan soal pangan dan keselamatan anak, ada juga pengingat tentang identitas: bahwa kebudayaan tetap perlu dirawat.

Ia menyebut peran seniman penting dalam menjaga jati diri dan kekayaan budaya lokal. Dukungan itu diharapkan menjadi penyemangat agar mereka terus berkarya.

Namun dari seluruh percakapan siang itu, yang paling lama tinggal adalah pertanyaan tentang kepercayaan. Program boleh dirancang dengan tujuan mulia, tetapi kepercayaan publik hanya tumbuh dari pengawasan yang sungguh-sungguh.

Di Mojokerto, warga tidak menolak makanan gratis. Mereka hanya ingin memastikan bahwa setiap suapan yang masuk ke mulut anak-anak mereka adalah suapan yang aman.


Topik

Pemerintahan Suwandy Firdaus reses Anggota DPRD Jatim Keresahan Warga Mojokerto Program MBG



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Sri Kurnia Mahiruni