free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Bapanas dan Satgas Pangan Sidak Pasar Tanjung, Pedagang Keluhkan Stok Daging Ayam Diborong SPPG dari Peternak

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : A Yahya

20 - Feb - 2026, 12:56

Placeholder
Tim Bapanas RI dan Satgas Pangan Jember saat sidak pasar Tanjung

JATIMTIMES - Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Satgas Pangan Jember, Jumat (20/2/2026) melakukan sidak ke Pasar Tanjung, untuk melakukan pengecekan harga Bapokting (Bahan Pokok Penting).

Dari sidak di pasar terbesar di Kabupaten Jember ini, petugas mendapat keluhan dari pedagang daging ayam, dimana stok daging ayam dipasaran, saat ini mulai berkurang, dikarenakan daging ayam diborong sejumlah SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) langsung dari peternak.

Baca Juga : Dari Palapa ke Kalimat Syahadat: Ketika Wali Songo Mengislamkan Jiwa Majapahit

"Daging ayam mengalami kenaikan pak, harga kisaran 37 sampai 50 rb, karena stocknya terbatas, kiriman ke kami dikurangi, alasannya banyak SPPG yang langsung beli ke peternak," ujar Devi salah satu pedagang ayam di pasar Tanjung.

Sedangkan dari sidak ke sejumlah pedagang, Bapanas dan Satgas Pangan Jember menemukan beberapa komiditinyang mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni harga cabai rawit, dimana selama 3 sampai 4 hari ini, harga cabai rawit terus mengalami kenaikan setiap harinya, bahkan kenaikan mencapai 20 sampai 30 ribu per hari.

"Untuk cabai rawit, memang kami temukan mengalami kenaikan cukup tinggi, 2 hari lalu harga masih 80 ribu perkilo, kemarin 100 ribu dan hari ini sudah mencapai 130 ribu, padahal HET hanya Rp. 57 ribu, jadi naik sampai 125 persen," ujar Lilik Makhfiyah Kabid Pengendalian pangan dan Bapokting Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Pemkab Jember.

Lilik menjelaskan, bahwa naiknya harga cabai rawit ini, lebih disebabkan faktor cuaca, sehingga harga cabai mengalami kenaikan.

Sedangkan untuk harga besar, masih relatif stabil, namun stok beras berkurang, berkurangnya stok dipasaran, dipengaruhi tidak seimbangnya harga gabah dengan beras. "Harga gabah tinggi, tapi harga beras diatur dan tidak boleh melebihi HET, sehingga stok berkurang, kami juga gak berani menaikkan harga beras," ujar Halimah salah satu pedagang beras.

Baca Juga : Menunggu Berbuka Puasa, Berburu Takjil Ramadan di Marina Boom  Banyuwangi

Sementara Bripka. Yoseph C dari Satreskrim Polres Jember yang mewakili ketua Satgas Pangan, kepada wartawan menyatakan, bahwa terkait dengan kenaikan harga Bapokting ini, akan disampaikan ke pimpinannya, termasuk adanya borong daging ayam oleh sejumlah peternak ayam daging ke SPPG.

"Hasil sidak hari ini, akan kami sampaikan ke pimpinan, seperti apa langkah yang akan diambil, termasuk berkurangnya stock daging ayam yang disuplay ke sejumlah SPPG," pungkasnya. (*)


Topik

Pemerintahan Bapanas satgas pangan Jember Jember



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

A Yahya