free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Bupati Sanusi Minta 1.639 CJH Kabupaten Malang Jaga Fisik, Mental hingga Spiritual

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Nurlayla Ratri

14 - Feb - 2026, 18:02

Placeholder
Bupati Malang HM. Sanusi saat memberikan sambutan dalam pembukaan bimbingan manasik haji jemaah Kabupaten Malang tahun 1447 hijriah/2026, Sabtu (14/2/2026). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi meminta kepada 1.639 Calon Jemaaah Haji (CJH) Kabupaten Malang untuk menjaga kondisi fisik, mental hingga spiritual sebelum melangsungkan ibadah haji di tahun 1447 hijriah/tahun 2026. 

Hal itu ditekankan Sanusi pada saat memberikan pengarahan dalam pembukaan bimbingan manasik haji bagi jemaah haji Kabupaten Malang tahun 1447 hijriah/tahun 2026 di Pendapa Agung Kabupaten Malang. Ia pun mengutip QS. Ali-Imran ayat 97 yang membahas terkait kewajiban umat Islam yang mampu untuk menjalankan ibadah haji sesuai denhan rukun Islam yang kelima. 

Baca Juga : Teliti Transformasi Militer, Mantan Menteri Pertahanan Timor Leste Resmi Raih Gelar Doktor di UMM 

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menyampaikan, ayat tersebut menegaskan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan panggilan kehormatan dari Allah Subhanahuwata'ala sekaligus amanah besar yang harus ditunaikan dengan penuh keikhlasan, kesiapan lahir dan batin, serta tanggung jawab yang tinggi.

"Saya berharap Bapak/Ibu dapat memahami secara utuh tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallahu'alaihi wasallam, mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual, serta menumbuhkan semangat kebersamaan, kesabaran, dan sikap saling tolong-menolong antar sesama jemaah," ujar Sanusi, Sabtu (14/2/2026). 

Pria yang telah menunaikan ibadah haji pada tagun 1992 ini menyebut, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju tanah suci Makkah Al-Mukarromah, melainkan perjalanan ruhani yang sarat makna menuju derajat takwa. Setiap langkah yang diayunkan bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga proses penyucian diri, pelurusan niat dan penguatan keimanan kepada Allah Subhanahuwata'ala. 

"Dari pengalaman saya dulu saat menunaikan ibadah haji, itu tidak boleh jogriyo atau sombong, harus ikhlas, tidak boleh iri, dengki, mengolok-olok orang, marah-marah, jangan menggampangkan sesuatu dan harus ibadah lillaahita'ala," kata Sanusi. 

Pihaknya menjelaskan, di tanah suci, setiap umat Islam akan ditempa dalam berbagai keadaan. Pasalnya, setiap umat Islam yang menunaikan ibadah haji harus belajar kesabaran saat harus menunggu dan mengantre, belajar keikhlasan saat berdesakan di tengah jutaan manusia dari berbagai bangsa, serta belajar disiplin dan ketertiban dalam mengikuti setiap rangkaian ibadah. 

"Semua itu bukanlah sekadar ujian fisik, tetapi juga latihan mental dan spiritual yang membentuk pribadi yang lebih tawadhu, lebih sabar dan lebih peduli kepada sesama," tutur Sanusi. 

Lebih lanjut, pihaknya juga berpesan kepada 1.639 CJH Kabupaten Malang yang terdiri dari 798 CJH pria dan 841 CJH wanita untuk memperbanyak membaca selawat dan istighfar saat proses berangkat menuju tanah suci Makkah Al-Mukarromah hingga pulang ke tanah air. 

Baca Juga : Bupati Rijanto Dorong Penguatan Layanan Kesehatan, RSUD Blitar Dipromosikan Lebih Progresif

"Saya berpesan agar Bapak/Ibu memperbanyak membaca selawat dan istigfar. Selain itu agar menjaga kesehatan sejak sekarang, baik fisik maupun mental, agar dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar," ujar Sanusi. 

Pihaknya juga meminta kepada 1.639 CJH Kabupaten Malang untuk dapat mengikuti seluruh arahan pembimbing haji dengan sungguh-sungguh, serta senantiasa menjaga sikap dan perilaku saat melangsungkan ibadah haji. Hal itu berkaitan dengan masing-masing jemaah haji maupun menjaga nama baik Kabupaten Malang sebagai daerah hang religius, santun dan berakhlak mulia. 

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Malang Abdussalam menyampaikan ucapan terima kasih kepada 1.639 CJH Kabupaten Malang yang telah hadir dalam pembukaan bimbingan manasik haji tingkat Kabupaten Malang. 

Dalam momentum bimbingan manasik haji di tingkat Kabupaten Malang, ia juga mengumumkan CJH termuda dan tertua yang berangkat di tahun 1447 hijriah/tahun 2026. "Untuk CJH tertua atas nama Sanati binti Salam usia 99 tahun dari Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang serta CJH termuda atas nama Zainul Fathoni bin Abdul Hasyim berusia 15 tahun dari Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang," ujar Abdussalam. 

Pihaknya mengimbau kepada seluruh CJH Kabupaten Malang untuk dapat mengikuti seluruh rangkaian bimbingan manasik haji, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan. "Untuk bimbingan manasik haji dilakukan sebanyak lima kali. Sekali di tingkat kabupaten dan empat kali di tingkat kecamatan," pungkas Abdussalam. 


Topik

Pemerintahan kabupaten malang sanusi haji cjh



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Nurlayla Ratri