free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Gelar Bimtek Pengisian Aksi Konvergensi PPPS 2026: Kota Kediri Raih Peringkat 2 Nasional Penurunan Stunting 2025

Penulis : Eko Arif Setiono - Editor : Yunan Helmy

05 - Feb - 2026, 20:41

Placeholder
Pemkot Kediri gelar Bimtek Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting.

JATIMTIMES - Pemerintah Kota Kediri kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional, yakni peringkat ke-2 daerah berkinerja baik dalam pencegahan dan penurunan stunting tahun 2025 dari total 197 kabupaten/kota se-Indonesia. Capaian ini menunjukkan konsistensi dan komitmen kuat Pemkot Kediri dalam menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimtek Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS), Kamis (5/2) di salah satu hotel di Kota Kediri. Dikonfirmasi secara terpisah, Ferry Djatmiko, kepala Bappeda Kota Kediri, menjelaskan bahwa upaya penurunan stunting merupakan salah satu fokus utama pemerintah daerah.

Baca Juga : Lupa Cabut Kontak, N-Max Dibawa Maling saat Ngopi di Pinka Tulungagung

“Pada tahun 2025, Kota Kediri meraih peringkat dua nasional. Harapan kita bersama, kalaupun belum bisa meraih peringkat satu. Minimal kita bisa bertahan di peringkat dua. Karena daerah lain juga terus bergerak dan saling susul-menyusul,” ujar Ferry.

Ferry menambahkan, kondisi stunting di Kota Kediri menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Prevalensi stunting tahun 2025 tercatat sebesar 4,6 persen, turun dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 4,9 persen. Penurunan ini menjadi bukti efektivitas kolaborasi lintas sektor yang telah dijalankan.

Lebih lanjut, Ferry berharap pertemuan hari ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Selain menghadirkan narasumber dari tingkat provinsi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang komunikasi antarpemangku kepentingan agar tidak mengalami kesulitan dalam pelaksanaan dan pelaporan aksi konvergensi.

Ferry menutup sambutannya dengan mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta dan berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan baik agar tidak menemui kendala dalam pengisian Aksi Bangda.

Pada kesempatan yang sama, Bagus Budi Setya Afantri dari Bappeda Provinsi Jawa Timur selaku narasumber menjelaskan secara rinci persiapan pengisian Aksi Bangda. Ia menyampaikan bahwa penetapan petugas data menjadi hal penting, yang terdiri dari operator, verifikator, dan approval.

Baca Juga : Momentum Harlah 1 Abad NU, Unisma Gratiskan Pendaftaran Mahasiswa Baru dan Beri Potongan UKT

"Operator bertugas menghimpun dan menginput data pelaksanaan aksi konvergensi ke dalam web Aksi Bangda. Verifikator melakukan pemeriksaan dan verifikasi data yang telah diinput, sementara approval bertanggung jawab memberikan persetujuan akhir terhadap data hasil verifikasi," terangnya. 

Selain itu, Bagus menjelaskan bahwa analisis situasi kecamatan mencakup empat komponen utama, yakni data sasaran, data dukung, data layanan, serta identifikasi kendala yang perlu diinput dalam sistem. Dengan pemahaman yang baik terhadap tahapan ini, diharapkan pelaksanaan Aksi Bangda di Kota Kediri dapat berjalan optimal dan mendukung capaian penurunan stunting secara berkelanjutan.


Topik

Pemerintahan Pemkot Kediri stunting Kota Kediri Aksi Bangda



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Eko Arif Setiono

Editor

Yunan Helmy