free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hiburan, Seni dan Budaya

Tradisi Resik Lawon Masyarakat Cungking Banyuwangi Songsong Bulan Suci Ramadan

Penulis : Nurhadi Joyo - Editor : Yunan Helmy

13 - Feb - 2025, 21:02

Placeholder
Gelaran Tradisi Resik Lawon masyarakat Cungking Banyuwangi menyongsong Bulan Suci Ramadan 2025. (Istimewa)

JATIMTIMES -  Masyarakat lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Jawa Timur, tetap setia menjaga dan melestarikan tradisi Resik Lawon yang digelar menjelang bulan suci Ramadan pada Kamis (13/2/2025).

Pelaksanaan tradisi warisan leluhur yang tetap dijaga dan dilestarikan warga setempat itu merupakan kegiatan pembersihan kain penutup petilasan Ki Wongso Karyo, seorang tokoh yang dihormati masyarakat setempat.

Baca Juga : Pemdes Dalisodo Wagir Akan Satukan Para Pelaku UMKM Dupa untuk Jangkau Pasar Lebih Luas

Resik Lawon, yang berarti membersihkan kain mori atau kain kafan, merupakan ritual rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebelum memasuki bulan Ramadan. Tradisi ini diikuti oleh anak turun Ki Wongso Karyo dan warga sekitar.

Mereka bergotong royong membersihkan petilasan dari debu dan kotoran, kemudian mencuci kain penutup petilasan yang panjangnya mencapai 110,75 meter.

Prosesi Resik Lawon dimulai dengan membersihkan petilasan Ki Wongso Karyo. Kemudian, kain penutup cungkup makam dan kelambu di sekitarnya dilepas dan dicuci di Dam Krambatan, Sungai Banyu Gulung.

Setelah dicuci bersih, kain-kain tersebut dibilas dengan air yang ditaburi bunga tujuh rupa di Balai Tajuk Lingkungan Cungking.

Puncak dari pelaksanaan ritual  adalah penjemuran kain lawon di jalan lingkungan Cungking. Kain-kain putih tersebut dijemur di bawah terik matahari. Selama proses penjemuran, kain tidak boleh jatuh atau terkena tanah. Konon, jika hal itu terjadi, warga setempat percaya akan membawa dampak tertentu.

Baca Juga : Masifkan Pembelajaran Keagamaan, Jam Belajar Sekolah di Kota Batu Berubah Selama Ramadan

Menurut juru pelihara petilasan Buyut Cungking, Jam'i, tradisi ini dilakukan untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan Ramadan. Selain itu, Resik Lawon juga merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur dan upaya untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun temurun.

Masyarakat Cungking sangat antusias dalam mengikuti tradisi Resik Lawon. Laki-laki dan perempuan, tua dan muda, semuanya berpartisipasi dalam prosesi ini. Mereka percaya bahwa dengan mengikuti tradisi ini,  akan mendapatkan keberkahan dalam hidup.

Resik Lawon adalah salah satu tradisi unik yang masih hidup dan dilestarikan oleh masyarakat Banyuwangi. Tradisi ini menjadi daya tarik wisata budaya yang menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dalam tentang kekayaan budaya Indonesia.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Resik Lawon Banyuwangi tradisi jelang Ramadan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurhadi Joyo

Editor

Yunan Helmy