JATIMTIMES - Sejumlah fasilitas olahraga utamanya yang didorong untuk sport tourism di Kota Batu masih belum maksimal. Salah satunya olahraga ekstrem sepeda. Meskipun Kota Batu sudah mencetak banyak atlet berbakat di berbagai cabang olahraga (Cabor) sepeda, namun kenyataannya penyediaan sarana dan prasarana belum optimal. Untuk mendukung itu, Pemkot Batu merencanakan membangun sirkuit sepeda di Jalibar (Jalur Lingkar Barat), Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, yang bakal dibangun tahun 2025.
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengakui bila Kota Batu merupakan gudangnya atlet olahraga bersepada. Pihaknya berkeinginan untuk semakin melengkapi fasilitas olahraga di Kota Batu, terlebih bagi jenis olahraga bersepeda.
Baca Juga : Mas Ibin: Saya Akan Lanjutkan Program Wali Kota Samanhudi Anwar
"Sudah diinisiasi usulan kami agar tempat untuk sepeda arau ekstrem sport dibangun di tahun 2025, sudah masuk DED-nya (Detail Engineering Design) untuk tahap pembangunannya. Rencananya di Jalibar," ujar Aries saat dikonfirmasi usai gelaran 76 Indonesia Downhill di Klemuk Bike Park, Minggu (10/11/2024).
Untuk diketahui, sebelumnya sirkuit sepeda khususnya BMX di Kota Batu direncanakan di Kelurahan Songgokerto, namun dialihkan ke Jalibar, Oro-oro Ombo yang juga sudah ada sirkuit motocross di sekitar lokasi yang sama. Pemkot dikabarkan sudah melakukan survei lokasi untuk rencana realisasi sirkuit tahun 2025 tersebut.
Sementara itu, untuk cabor sepeda downhill, Aries meyakini sudah banyak tempat bisa digunakan sebagai fasilitas latihan dan event yang berstandar internasional.
"Kalau downhill sarana prasarana sangat mendukung. Tapi untuk olahraga lain (cabor sepeda) apa yang harus kita kuatkan supaya betul-betul menjadi sport tourism," kata dia.
Baca Juga : 11 November, Siang-Sore Mayoritas Wilayah Jatim Diprediksi Hujan
Pihaknya berupaya pada setiap event menangkap peluang dan manjadi marketing sport tourism Kota Batu. Utamanya agar pelaksanaan event olahraga nasional dan internasional bisa terselenggara di Kota Batu. Ia juga menekankan agar event lokal untuk olahraga juga digencarkan, dengan catatan sarana dan prasarana bisa difasilitasi maksimal.
"Kalau bisa rutin (event olahraga) bisa banyak mengangkat ekonomi misalnya melalui vila dan hotel. Asalkan sarana prasarananya tercukupi. Saya yakin kalau kita berikan fasilitas kepada mereka, terutama fasilitas lapangan tempat untuk mereka berolahraga, latihan, dan segala macam, prestasinya akan lebih memuncak lagi," ungkap Aries.
