Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Batik Daun Pakis yang Unik dari Malang, Inovasi Lokal yang Inspiratif

Penulis : Zahra Dinda Rodistya - Editor : Nurlayla Ratri

03 - Nov - 2024, 12:34

Placeholder
Kegiatan pewarnaan Batik Karang Wijaya oleh Tutuk Yudiasih (berkerudung biru) dan rekan Griya Wong Kreatif. (Foto: Dok. Griya Wong Kreatif)

JATIMTIMES - Di tengah geliat industri batik Indonesia, Griya Wong Kreatif memunculkan sentuhan unik nan kreatif. UMKM di Kabupaten Malang ini memanfaatkan motif daun pakis sebagai ciri khasnya.

UMKM yang beralamat di Jalan Kendalisodo Rt 13 Rw 03 Karangpandan Kecamatan Pakisaji ini, didirikan oleh Tutuk Yudiasih. Griya Wong Kreatif lahir dari semangat seorang ibu rumah tangga yang ingin berkarya sambil tetap dekat dengan keluarga.

Baca Juga : Menikmati Kenangan Kuliner Jogja Tahun 1980-an: Dari Gudeg Tradisional hingga Eksotika Ayam Tepung Pertama Kali di KFC

Tutuk mengungkapkan bahwa Griya Wong Kreatif berawal dari hobi yang kini menghasilkan produk berkualitas. 

“Dengan usaha rumahan ini, saya tetap bisa mengawasi anak-anak di rumah, namun tetap produktif dan menghasilkan,” ujarnya. 

Tutuk memulai usaha ini sebagai cara untuk memperkenalkan motif khas daerah sekaligus menyalurkan kreativitasnya. Motif daun pakis menjadi identitas utama batik Karang Wijaya, merk dagangnya. Motif ini senantiasa ia tambahkan di setiap produk sebagai ikon yang mudah dikenali dan memiliki ciri khas.

Dalam menjalankan Griya Wong Kreatif, Tutuk dibantu tiga karyawan yang bekerja secara borongan. Mereka terbagi sesuai tugas, mulai dari pewarnaan, cap, hingga pencantingan. Setiap proses produksi batik diperlakukan dengan cermat agar kualitas tetap terjaga. 

“Untuk batik tulis misalnya, sering kali ada permintaan khusus dari pelanggan. Sehingga, prosesnya lebih lama karena harus mempertimbangkan filosofi dan ciri khas yang diminta,” jelasnya.

Tidak hanya berfokus pada kain batik, Tutuk juga memiliki prinsip zero waste dalam produksinya. Kain yang rusak atau kurang sempurna ia olah kembali menjadi produk-produk fungsional seperti tas, dompet, hingga sarung bantal. Berkat keterampilannya menjahit, kain yang tidak sempurna pun bisa menjadi barang bernilai ekonomi tinggi. 

Baca Juga : Bertemu Pendekar Pencak Silat, Mas Ghoni Janjikan Blitar Creative Center bagi Pemuda

“Kalau ada cacat, tetap saya jadikan produk yang berguna. Jadi, tidak ada kain yang terbuang sia-sia,” terangnya.

Untuk pemasaran, Tutuk mengandalkan jaringan relasi dan berbagai pameran yang ia ikuti secara rutin. Ia juga membuka peluang penjualan melalui koneksi dari mulut ke mulut. Menariknya, Tutuk tetap fleksibel dalam berbisnis, terutama dalam menghadapi persaingan harga dengan produsen batik dari daerah lain yang cenderung lebih murah.

Ke depan, Tutuk berharap Griya Wong Kreatif dapat semakin maju dan berkembang. Namun, ia menyadari bahwa kesuksesan yang berkelanjutan memerlukan pengembangan SDM yang kompeten di bidang batik dan cap, terutama untuk kawasan Kabupaten Malang yang masih minim tenaga kerja terampil di bidang ini. 

“Saya berharap nanti ada generasi muda yang mau melanjutkan usaha ini. Tapi bagi saya, yang utama adalah terus berjalan dengan totalitas, rutin, dan tetap menjaga kualitas,” tuturnya menutup wawancara.


Topik

Ekonomi malang batik daun pakis griya wong kreatif



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Zahra Dinda Rodistya

Editor

Nurlayla Ratri