Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Jenis Sarapan yang Sebaiknya Tidak Diberikan ke Anak Menurut Dokter, Bisa Bikin Kurang Fokus

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

04 - Sep - 2024, 06:28

Placeholder
Ilustrasi anak sedang sarapan. (Foto dari Alodokter)

JATIMTIMES - Anak-anak perlu mendapat asupan sarapan yang bergizi sebagai sumber tenaga dan untuk menunjang aktivitasnya selama seharian.

Namun tahukah bunda, ada beberapa jenis menu sarapan yang tidak boleh diberikan kepada anak karena bisa mengakibatkan anak menjadi kurang fokus. 

Baca Juga : Mas Dhito Ingatkan Peranan Penting Seorang Ayah bagi Pertumbuhan Anak

Menurut dr Hendra Wardhana SpA, sarapan yang diberikan bunda terhadap anak pada pagi hari sebaiknya bukan roti yang berisi selai manis.  Sebab, sarapan tersebut bisa membuat anak menjadi kurang fokus. 

"Sarapan anak itu sebaiknya bukan roti cokelat, bukan roti isi selai yang manis-manis, bukan sereal yang manis-manis juga. Itu justru akan bikin anak jadi aktif dan tidak bisa fokus,” jelas dr Hendra, dikutip dari Instagramnya @bicarasikecil Rabu (4/9/2024). 

Menurut dia, rasa manis dari makanan-makanan tersebutlah yang akan membuat otak anak kesulitan berpikir alias tidak fokus.

Salah satu jenis nutrisi yang dibutuhkan anak-anak adalah protein, terutama protein hewani. “Tubuh dan otaknya si kecil itu butuhnya protein seperti omelette, pancake telur sandwich daging atau ayam. Atau bisa juga pergedel daging dan roti telur,” katanya. 

Dokter Hendra mengatakan, roti manis dan makanan tinggi gula biasanya rendah serat, protein, dan vitamin yang penting untuk kesehatan anak. Mengonsumsinya secara rutin dapat menyebabkan kekurangan nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Selain itu, konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak. Obesitas pada anak dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan di kemudian hari, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.

Baca Juga : Dinsos Kota Kediri Salurkan Lebih dari 3000 Bansos

Lebih lanjut Hendra juga tidak menyarankan kepada bunda-bunda untuk memberikan sarapan kepada anak seperti makanan olahan daging frozen seperti sosis dan nugget kemasan. Ini karena makanan kemasan bukan dari daging murni  melainkan tepung. 

Meskipun disukai anak-anak, makanan ini tidak disarankan untuk dijadikan sarapan rutin karena beberapa alasan.

Nugget dan sosis umumnya tinggi lemak jenuh dan kalori. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak, yang berakibat pada berbagai masalah kesehatan di kemudian hari.

Nugget dan sosis biasanya terbuat dari tepung terigu olahan yang rendah serat dan nutrisi penting lainnya. Konsumsi berlebihan tepung olahan dapat menyebabkan sembelit dan gangguan pencernaan pada anak.


Topik

Serba Serbi Sarapan sarapan anak menu sarapan tips sehat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy