JATIMTIMES - Kegiatan mencuci muka pada umumnya terlihat sederhana. Membasahi muka terlebih dulu, menuangkan sabun muka dan menggosoknya ke permukaan wajah, lalu membilasnya sampai bersih.
Namun, cara mencuci wajah yang benar belum tentu sama bagi semua orang. Terkadang, ada sebagian orang yang mencuci wajah tidak sampai 10 detik.
Baca Juga : Mana yang Lebih Baik, Zikir Bersama Imam dengan Suara Keras atau Sendiri? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Mereka beranggapan jika sudah memakai sabun cuci wajah, maka wajahnya sudah bersih dan kemudian mereka buru-buru untuk membilas wajah mereka.
Namun rupanya, hal seperti itu tidak menjamin kulit sudah bersih. Dan bahkan, mencuci wajah seperti itu termasuk langkah yang salah.
Melansir Huffington Post, Dr. Kellie Reed mengatakan bahwa cuci muka bukan sekadar rutinitas untuk membersihkan kulit dari debu, sisa makeup dan minyak. Produk pembersih sebenarnya menyimpan manfaat lebih bagi kulit jika diaplikasikan dengan benar.
Saat mencuci muka, disarankan untuk tidak langsung membilasnya. Tunggu beberapa detik sebelum membasuhnya dengan air, minimal selama 60 detik.
Aturan ini populer dengan sebutan 'pembersihan 60 detik', yang meskipun bukan hal baru, tapi mulai marak dibahas lagi akhir-akhir ini. Idenya cukup sederhana: daripada mencuci muka dengan cepat, sisihkan waktu satu menit (atau lebih) untuk memijat busa pembersih ke kulit.
Cara ini diklaim membuat pori-pori tampak lebih kecil serta kulit lebih cerah dan bersih.
"Saya pikir dengan cara ini orang-orang akan lebih memperhatikan membersihkan kulit. Kondisi kulit jadi lebih baik karena menghapus riasan, kotoran dan minyak dari kulit lebih efektif dengan proses yang lebih lama," jelas dokter kulit Dr. Kellie Reed.
Sementara itu, Dr Jeremy Brauer, dokter kulit bersertifikat dari Spectrum Skin and Laser di New York City, AS menjelaskan, cuci muka lebih lama tak hanya membuat kulit lebih bersih secara mendalam, tapi bahan aktif yang terkandung dalam produk pembersih juga akan lebih lama kontak dengan kulit. Sehingga memiliki cukup waktu untuk menembus kulit.
Baca Juga : Polisi Bantah Korban Tewas Sempat Usir Istri, Kebakaran Disebabkan Rokok dan Kipas Angin
Pembersih dengan kandungan untuk eksfoliasi seperti asam glikolat atau salisilat, atau pembersih khusus jerawat dengan benzoil peroksida, akan lebih efektif jika didiamkan terlebih dahulu sebelum dibilas.
"Kebanyakan orang hanya mencuci muka sekitar 15 detik dan itu tidak cukup waktu untuk mengaktifkan bahan-bahan dalam pembersih. Idealnya cuci muka sekitar 45-60 detik. Bahan-bahan aktifnya perlu meresap ke dalam kulit agar bisa berfungsi sebagaimana mestinya," jelasnya.
Kemudian, Dr. Kellie menyarankan agar menggunakan produk pembersih dengan formula lembut yang tidak membuat kulit kering atau menimbulkan sensasi tertarik. Kamu bisa memilih sabun muka yang mengandung ceramide, chamomile atau bahan aktif lainnya sesuai jenis dan permasalahan kulit.
"Saya sarankan pembersih yang lembut daripada pembersih yang mengandung bahan-bahan keras untuk membersihkan wajah selama 60 detik," katanya.
"Berikan perhatian ekstra pada area yang bermasalah. Jika memakai riasan mungkin memerlukan waktu lebih dari 60 detik untuk menghapus seluruh makeup," pungkasnya.
