JATIMTIMES - Terdapat sebuah kisah yang patut menjadi tauladan bagi umat. Dahulu ada seorang sahabat Rasulullah SAW bernama Abdurrahman bin Auf RA. Ia merupakan seseorang yang sangat kaya pada masanya.
Namun, dengan kekayaan yang ia miliki, ia tak pernah sombong dan terlena. Malah sebaliknya, ia begitu gemar untuk mengunakan di Jalan Allah SWT, seperti untuk bersedekah dan membantu sesamanya. Bahkan, dengan hartanya yang dimiliki, membawa keberkahan baginya di akhirat. Abdurrahman bin Auf RA masuk surga merangkak karena kekayaannya.
Baca Juga : Tak Goyah, SGP Jatim Tegak Lurus Solid Dukung Ganjar dan Mahfud
Diolah dari detikhikmah, kisah ini sebagaimana dikisahkan dalam buku Biografi 60 Sahabat Nabi SAW oleh Khalid Muhammad Khalid. Ummul Mukminin, Aisyah RA mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Aku melihat Abdurrahman bin Auf RA masuk surga dengan merangkak."
Kekayaan yang dimilikinya, terkadang juga membuat Abdurrahman merasa heran dengan dirinya sendiri. Harta miliknya terus bertambah meskipun ia telah banyak juga memberikannya untuk membantu sesama.
"Sungguh, aku melihat diriku ini seandainya mengangkat batu niscaya kutemukan emas dan perak di bawahnya," kata Abdurrahman.
Meski ia tak berambisi untuk menjadi kaya, namaun Allah SWT menakdirkan hal lain. Hartanya terus bertambah setiap saat. Harta tersebut diperoleh dengan cara yang halal dan tidak sedikitpun dari hal yang tercela.
Utsman RA berkata, "Harta Abdurrahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa keselamatan dan keberkahan."
Selain karena takdir Allah SWT, faktor kegigihan Abdurahman dalam menjalankan usaha dagangnya juga menjadi pendukung kesuksesannya. Ia juga memiliki tujuan untuk menghabiskan hartanya di jalan Allah SWT. Ia benar-benar mengamalkan apa yang menjadi nasihat Rasulullah SAW.
Baca Juga : Konser di Jatim, NDX AKA: Pemimpin yang Cocok untuk Indonesia seperti Ganjar dan Mahfud
"Wahai Ibnu Auf, engkau termasuk golongan orang kaya dan engkau akan masuk surga dengan merangkak. Karena itu, pinjamkanlah kekayaan itu kepada Allah, agar Dia mempermudah langkahmu."
Dari semula menjadi orang yang gemar bersedekah, Abdurahman setelah mendapat nasihat dari Rasulullah SAW justru semakin semangat dan giat dalam melakukan sedekah. Bahkan, Abdurahman pernah menjual tanah seharga 40 ribu dinar dan kemudian membagikan uang tersebut kepada keluarganya bani Zuhrah istri-istri nabi dan untuk muslimin yang miskin.
Kemudian, pernah juga memberikan kuda pada tentara Islam yang jumlahnya mencapai 500 ekor kuda. Selain itu, Abdurrahman bin Auf RA juga pernah membantu kaum Mujahidin dengan 1.500 unta.
Kisah Abdurahman tentunya menjadi sebuah hal patut menjadi tauladan. Abdurahman dapat mengendalikan harta miliknya, dan bukan harta yang mengendalikan. Harta yang berada ditangan yang tepat, maka akan terjaga kesejahteraan dan kemakmuran disekitarnya. Meski begitu, kisah Abdurrahman bin Auf RA yang masuk surga dengan merangkak karena harta bersumber dari hadits yang lemah. Wallahualam.
