JATIMTIMES - Sumayyah merupakan sosok muslimah di zaman Rasulullah SAW yang pertama mati syahid. Abu Jahal menjadi sosok yang membunuh Sumayyah.
Dengan sebuah tombak, Abu Jahal membunuh Sumayyah dan menghunuskan tombak dari arah belakang yang mengenai tubuhnya.
Lantas, mengapa Abu Jahal membunuhnya ?
Baca Juga : Brongkos, Makanan Spesial Raja Jawa yang Mirip Sup Kacang Merah Belanda
Kisahnya bermula ketika Sumayyah memeluk Islam setelah anak Sumayyah, yakni Ammar bin Yasir mengajaknya masuk Islam. Meskipun proses dakwah belum lama, namun Sumayyah telah menunjukkan keimanan yang benar-benar mengakar dalam hatinya.
Sumayyah sendiri pernah menjadi seorang budak dari Abu Hudzaifah bin Al-Mughirah Al-Makhzumi. Setelah putranya Ammar bin Yasir lahir, Sumayyah kemudian dimerdekakan.
Dari The Great Shaliha oleh Najwa Dzahin, Sumayyah binti Khayyat merupakan seorang wanita ke tujuh yang menyatakan diri untuk memeluk agama Islam karena ajakan anaknya.
Dalam sebuah buku Perempuan yang Menggetarkan Surga, dari Haris Priyatna dan Lisdy Rahayu dijelaskan bahwa, diawal memeluk Islam, Sumayyah sempat menyembunyikan keislamannya.
Namun, penduduk kafir Mekkah perlahan mengetahui jika Sumayyah telah memeluk Islam. Mengetahui hal ini, kaum Bani Makhzum dan kafir Quraisy begitu marah. Keluarga Sumayyah pun kemudian ditangkap dan disiksa oleh utusan Abu Jahal.
"Berani-beraninya kalian mengikuti ajaran Muhammad walaupun sudah kami larang. Kalian akan menerima balasan karena ingkar pada perintah kami," kata Abu Jahal.
Baca Juga : Semar Nundung Kala, Lakon dalam Pagelaran Wayang Kulit HUT ke-1263 Kabupaten Malang
Dari sumber buku Aan Hanifah, Belajar dari Wanita-Wanita Terbaik Sepanjang Masa, meski terus dilakukan penyiksaan, namun keimanan Sumayyah tidak goyah. Siksaan tidak membuat takut Sumayyah. Ia tetap memegang teguh keimanannya.
Rasulullah SAW yang mengetahui jika Sumayyah disiksa, kemudian memanjatkan doa. Dalam hadits riwayat Al Hakim, berbunyi, "Wahai keluarga Yasir, bersabarlah. Sesungguhnya tempat Kembali kalian adalah surga".
Abu Jahal kemudian kian murka setelah mendengar perkataan Sumayyah yang tetap kekeh dalam mempertahankan keimanannya. Ia berkata, "aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah dan aku bersaksi bahwa janjimu benar".
Kalimat tersebut membuat Abu Jahal semakin murka kepada Sumayyah dan kemudian menusukkan tombak dari belakang ke arah Sumayyah.
