JATIMTIMES – Ir. Imam Sudarmaji Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Pemkab Jember, menilai, bahwa Alpukat Pameling sangat cocok dibudidayakan di Kabupaten Jember.
Hal itu ia sampaikan pasca melakukan kunjungan dan obersvasi tanaman Alpukat Pameling bersama bupati serta jajaran kepala OPD dan stakeholder di Desa Tambaksari Kecamatan Purwodadi Pasuruan, serta menjajaki kerjasama dengan PT. Agro Sari Tunggal Malang beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Penyelesaian Penguasaan Tanah Kawasan Hutan, Tim Terpadu PPTPKH Jatim Gelar Sosialisasi di Banyuwangi
Selain tanaman jenis Alpukat Pameling yang jarang diserang hama, pengolahan tanaman tersebut juga sangat mudah.
"Budidaya Alpukat Pameling mudah dan tidak terlalu susah juga jarang hama menyerang. Pupuk yang diberikan hanya dari kotoran kambing. Sehingga mudah dicari dan mengolah menjadi pupuk oraganik yang dibutuhkan dalam budidaya Alpukat Pameling," ujar Imam Sudarmaji.
Imam Sudarmaji juga optimis, buah Alpukat Pameling bisa menjadi buah emas di Jember, dan bisa menjadi salah satu andalan kota Jember, selain jeruk dan buah naga yang sudah terlebih dahulu ada.
“Alpukat Pameling ini akan menjadi buah emas di Jember. Kedepan juga bisa menjadi salah satu komoditas di Jember. Maka dari itu saat ini konsep penanaman dan pemeliharaan Alpukat Pameling benar-benar dikaji untuk meminimalisir kesalahan dalam proses,” jelasnya.
Baca Juga : Transaksi di Jatim Bejo Lebih dari Rp 21 Miliar, Pemkab Malang Peringkat Tiga E-Purchasing Award 2023
Imam juga menambahkan, bahwa agroklimat atau iklim dan hidrologi serta kontur tanah Kabupaten Jember hampir sama dengan yang ada di Desa Tambaksari, sehingga sangat cocok, selain itu, ketinggian tanah di Kabupaten Jember yang bervariasi, juga menjadi elemen pendukung.
“Agroklimat Jember hampir sama dengan yang ada di Desa Tambaksari. Sehingga sangat cocok untuk ditanami Alpukat Pameling ini. Kemudian ketinggian Jember bervariatif ini salah satu juga elemen yang mendukung penanaman,” pungkasnya. (*)
