JATIMTIMES - Ratusan umat Hindu di Blitar Raya mengikuti Sima Krama Dharma Santi atau penutupan rangkaian perayaan Nyepi, Minggu (3/4/2022). Acara yang dipusatkan di Pura Agung Arga Sunya, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari ini menjadi ajang untuk saling bermaaf-maafan setelah lebih dari satu bulan melakukan berbagai kegiatan.
Dalam Sima Krama Dharma Santi ini diikuti perwakilan umat Hindu yang ada di Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. Bupati Blitar Rini Syarifah dan Sekda Kabupaten Blitar Izul Marom hadir dalam kegiatan ini bersama Muspika Kecamatan Gandusari. Tidak semua umat diundang karena masih dalam pandemi Covid-19.
Baca Juga : HUT Ke-729 Kota Surabaya, Pemkot Hapus Denda PBB
Bupati Blitar Rini Syarifah mengatakan bahwa Sima Krama Dharma Santi yang digelar Umat Hindu hari ini bertepatan dengan hari pertama umat Islam menjalankan Ibadah Puasa. Namun pihaknya yakin tidak mengurangi kekhidmatan acara ini maupun yang sedang menjalankan ibadah puasa. Keragaman dan saling toleransi antar umat beragama ini selaras dengan tema Sima Krama Dharma Santi kali ini yakni ‘Aktualisasi Nilai Tat Twam Asi Dalam Moderasi Beragama Menuju Indonesia Tangguh’.
“Ini berarti usaha untuk mencapai perbaikan moral, tingkah laku yang baik dan mulia untuk membina hubungan yang selaras dan seimbang serta rukun di antara sesama. Sehingga masyarakat di Kabupaten Blitar tetap guyub, rukun dan Indonesia tetap tangguh,” kata Mak Rini.
Mak Rini menambahkan, dirinya melihat bahwa Kabupaten Blitar sebagai miniatur Indonesia. Sebab, Kabupaten Blitar terdiri dari beragam suku dan agama yang selalu hidup rukun berdampingan dengan mengedepankan toleransi dan gotong royong.
"Perbedaan harus diikat oleh tali-tali persaudaraan, tali-tali kebersamaan, dan tali- tali persatuan . Apalagi masa pandemi covid-19 ini. Semangat gotong royong saling mendukung satu sama lain sangat diperlukan,”tandas orang nomor satu di Kabupaten Blitar.
Di kesempatan yang sama,Ketua PHDI Kabupaten Blitar Lestari mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Blitar yang telah mendukung kegiatan. Dia mengatakan, Sima Krama Dharma Santi merupakan merupakan prosesi atau rangkaian terakhir perayaan hari raya Nyepi yang bermakna saling maaf memaafkan antar umat.
Baca Juga : Sidak Jalan Rusak di Kota, Bupati Jember Temukan Fakta Mengejutkan
Di momentum ini Lestari selaku Ketua PHDI Kabupaten Blitar juga mengajak kepada seluruh Umat Hindu khususnya di Blitar Raya agar selalu meningkatkan Srada dan Bhaktinya ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa dan selalu menjaga keharmonisan dalam kehidupan beragama.
“Ini (Dharma Santi) adalah rangkaian terakhir hari raya Nyepi. Dharma Santi sebagai rangkaian perayaan hari Raya Nyepi secara filosofi mengadung makna untuk saling memaafkan antara sesama untuk mencari kedamaian,” pungkas Lestari.(Adv/Kmf)
