Beragam cara promosi kini dilakukan di media sosial (medsos), termasuk dengan cara yang tidak lazim. Jika biasanya promosi menampilkan kelebihan barang yang di jual, harga yang murah bahkan menawarkan diskon, kini di Tulungagung terjadi trend promosi menggunakan berita kehilangan.
Entah siapa yang memulai ide ini, tiba-tiba di beberapa pekan ini muncul berita-berita kehilangan yang ujungnya adalah promosi usaha pemostingnya.
Baca Juga : Disebut Kali Larangan, Sungai Song Tulungagung Ini Dikenal Angker, Begini Jejaknya
"Saya baru saja kehilangan uang Rp 15.000, Perjalanan antara Tulungagung sampai Trenggalek. Bagi yang menemukan, silakan hubungi nomor hp saya 081xxxx, atau bisa di antar di warung INDAH alamat di Jalan Soekarno-Hatta. Bagi yang menemukan akan kami beri imbalan untuk memilih Bakso dan minuman. Soto dan minuman secara GRATIS" begini contoh berita kehilangan yang ternyata tawaran untuk mengunjungi tempat usaha pemostingnya.
"Ya saya kira serius, ternyata bukan berita kehilangan yang sesungguhnya," ujar Yus Amir, pengguna media sosial saat dihubungi, Minggu (13/09/2020).
Berita kehilangan yang dilampiri foto tempat usaha yang seakan-akan merupakan tempat korban dan tempat mengembalikan uang yang hilang ini, bagi yang kurang membaca langsung dibagikan.
"Ya saya tidak tahu itu promosi. Saya bagikan begitu saja karena niat saya menolong barangkali ada yang menemukan. Eh, ternyata itu promosi to," kata Indasah melalui perpesanan massanger.
Indasah baru memahami setelah membaca kembali Screenshort yang dikirim media ini untuk konfirmasi. Sebelumnya, dirinya sama sekali tidak menyadari telah membantu membagikan postingan tersebut di berbagai group Facebook yang diikutinya.
"Agak jengkel setelah tahu, ternyata promosi. Tapi, tak apalah niat saya baik semoga warung yang dimaksud benar-benar laris," imbuhnya.
Menurut pendapat Doni Slendro, yang merupakan manager senior Radio Liiur, promosi dengan cara berbeda ini sebenarnya efektif. Namun, untuk sebagian orang yang merupakan pengguna media sosial sudah cerdas dengan promo yang dibungkus dengan berita kehilangan ini.
Baca Juga : Masih Digemari, Sepeda Jowo di Tulungagung Semakin Asyik dan Eksis
"Sebenarnya efektif. Tapi bagi kalangan pengguna media sosial menengah ke atas hal demikian justru dianggap tidak etis," kata Doni.
Pria yang telah malang melintang di dunia siar dan master ceremony ini punya segudang pengalaman terkait strategi marketing.
"Ini saya pikir seperti promo memperbesar alat kelamin, meski menggunakan pancingan tokoh siapa begitu belum tentu semua orang minat dan bahkan cenderung tidak efektif," pungkasnya.
