Mahathir Mohammad menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Malaysia. Dikutip dari Reuters, pengunduran diri ini diikuti oleh penyerahan surat pengunduran diri dan telah diserahkan kepada Yang Dipertuan Agung Kesultanan Malaysia di tengah pembicaraan mengenai pembentukan koalisi baru di pemerintahan Malaysia. Hal ini dikonfirmasi oleh dua orang sumber internal kepada Reuters, Senin (24/2/2020).
Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Perdana Menteri masih menolak memberi komentar terkait pengunduran diri Mahathir dan hanya memberi isyarat akan memberikan pernyataan sesegera mungkin.
Perlu diketahui Mahathir Mohammad resmi terpilih menjadi Perdana Menteri Malaysia setelah berlangsungnya Pemilihan Umum Malaysia pada Rabu (9/5/2018) dan saat itu Mahathir berusia 92 tahun. Dalam perjalanannya, Mahathir berhasil mengalahkan Najib Razak pada Pemilihan Umum 2018.
Dilansir dari tirto.id , Mahathir merupakan mantan Perdana Menteri Malaysia keempat yang menjabat selama 22 tahun (1981-2003) dan memimpin Partai Malays National Organisation (UMNO) yang berkuasa sejak kemerdekaan Malaysia dari Inggris.
Mahathir juga seorang mentor bagi Perdana Menteri Malaysia mulai tahun 2004 tanpa terkecuali. Semua Perdana Menteri selalu terlebih dahulu mendapatkan restu dari Mahathir. Mahathir sudah dianggap sebagai pelayan, penasehat, sekaligus mentor bagi Perdana Menteri.
Dikutip dari Channel News Asia, dalam sebuah pidatonya awal Mei 2019 di daerah Titiwangsa, pinggiran Kuala Lumpur, Mahathir menyatakan permintaan maaf di hadapan kerumunan massa yang hadir, atas naiknya Najib Razak sebagai Perdana Menteri di tahun 2009,"Kesalahan terbesar yang saya buat dalam hidup saya adalah memilih Najib. Tuan dan Nyonya, saya ingin memperbaiki kesalahan ini. Saya akan mencoba yang terbaik," ujarnya.
