Linimasa Twitter dan Instagram sedang heboh lantaran menyebarnya video perpeloncoan ospek yang diduga berasal dari Universitas Khairun, Maluku Utara.
Dalam beberapa video, mahasiswa baru (maba) terlihat jalan jongkok menaiki tangga disertai dengan bentakan-bentakan kakak tingkatnya. Sementara beberapa di antaranya tertawa melihat perpeloncoan tersebut.
Dalam video lain, terlihat seorang perempuan berjilbab biru menyuruh maba untuk cepat berjalan.
"Guys, cepat jalan, guys. Cepat jalan, guys. Cepat jalan, guys," ujarnya.
Sementara maba-maba tersebut terlihat berusaha berjongkok menaiki tangga.
Lebih parah lagi, di video selanjutnya terlihat senior perempuan berbaju merah memukul caping yang dipakai maba yang sedang berjongkok menaiki tangga.
Video selanjutnya menunjukkan maba yang mengeluh sakit. Bukannya disuruh istirahat dan dirawat, ia malah digoda oleh kakak-kakak tingkat perempuan.
"Sakit? Sakit apa? Sakit apa? Sakit apa?," ujar salah satu kakak tingkat.
Sementara maba yang diduga sakit tersebut masih berusaha menaiki tangga. Salah satu kakak tingkat laki-laki sempat bermaksud membawakan tas maba tersebut. Akan tetapi, salah satu perempuan menendang tangannya yang sedang menggapai tas tersebut dari maba.
Sementara itu, dalam satu ruangan, maba-maba tersebut disuruh meminum air bekas muntahan. Para maba terlihat meminum air dalam satu gelas plastik, kemudian memuntahkannya lagi ke dalam gelas tersebut. Begitu seterusnya bergantian dengan maba lain dengan gelas yang sama.
Tentu saja netizen mengecam keras aksi perpeloncoan ini. Salah satu netizen yang mengaku tenaga kesehatan (dental therapist dalam bio nya) mempertanyakan letak nurani kakak tingkat yang menyuruh maba minum air bekas muntahan tersebut.
"Kami yang tenaga kesehatan mati2an melakukan pencegahan penyakit menular, lah mereka malah minuman hbs d minun dimuntahin lagi trs di suruh minumin ke temen2 sebelahnya Ya Allah hati nurani kalian dimana si dek," tulis @afinahurin26.
Sementara @ThohirMunawar mengungkapkan bahwa PBAK tersebut sangat tidak mencerminkan orientasi calon intelektual.
"Primitif! PBAK (pengenalan budaya akademik & kampus) spt ini SANGAT tdk mencerminkan orientasi calon intelektual. Bikin MALU semua civitas PTN terkait. Aksi menyerang kehormatan ini adalah pelanggaran thd edaran Kemenristek DIKTI ttg aturan PBAK & Pasal 310 ayat (1) KUHP," tulisnya.
"Bayangin satu orang kena hepatitis c, satu angkatan ketularan semua. Panitianya gimana sih udah mahasiswa kok goblok," tulis @notheoneanymore.
Sementara itu, ada juga netizen yang mengutip pernyataan Soe Hok Gie.
"Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa." Soe Hok Gie," tulis @ReyhanIsmail_.
Ada pula yang mempertanyakan pengawasan dari kampus.
"Itu pihak kampus gimana pengawasannya ya? Patut dipertanyakan. Paling gak kan kegiatan orientasi kyk gini ada persetujuan dari pihak kampus juga mengenai acara orientasi bgmn," tulis @thono3689.
"abis gini muncul video klarifikasi minta maaf ngaku khilaf tapi kalimatnya defensif+muka ditutupin tangan atau kerudung," tulis @MenujuTampan.
Hingga saat ini, netizen terus mengetag akun @Kemenristekdikti agar kasus ini segera ditangani.
