Kecelakaan parah motor roda 2 terjadi di Jl Brigjend Katamso Lumajang, tepatnya di utara Akper Lumajang, Minggu dini hari (14/10/2018) pukul 00.15 WIB.
Peristiwa ini bermula saat sepeda motor Honda Mega Pro Nopol L-3690-ZI yang dikendarai Mr. X berjalan dari arah selatan ke utara.
Motor kurang waspada saat mendahului kendaraan minibus tidak dikenal yang berjalan searah di depannya.
Pada waktu yang bersamaan dari arah berlawanan (utara ke selatan) berjalan sepeda motor Honda CB 150 Nopol N-6099-UM yang dikendarai Faddaq Khutbaini dan M Eka Pratama, sehingga benturan keras antar keduanya tak dapat dihindari.
Kejadian malam Minggu tersebut kontan saja mendapat respons dari pengendara jalan yang lewat, tak sedikit dari mereka yang mengunggah foto kejadian di beberapa grup Facebook.
Beragam tanggapan netizen muncul dari insiden ini. Banyak yang menyayangkan kejadian tersebut.
"Semoga kita bisa merenungi kejadian ini. Sebagai contoh dan nenjadikan suatu instropeksi diri agar kita selalu berhati-hati dan lakukan hal positif," komentar akun Fb Hermas Arif.
"Innalillahi semoga diampuni dosa-dosanya. Buat anak muda Lumajang, ini buat pelajaran terlepas dari pro dan kontra ya. Ayo pemuda Lumajang, kedepankan prestasi jangan sensasi," komentar akun Fb Yunita Kristine Filth.
Dihubungi di tempat terpisah, Kanit Laka Polres Lumajang IPDA Dimas Sugeng Widodo, SH. menanggapi insiden yang sempat viral di medsos tersebut dengan imbauan kepada netizen.
Korban meninggal tidak memakai helm.
Dalam hal ini masyarakat yang mengunggah informasi kecelakaan tersebut cenderung mengunggah foto yang cukup vulgar, dengan darah berceceran atau kondisi tubuh korban yang penuh luka.
"Memang kecelakaan parah apalagi sampai darah berceceran seperti itu seringkali jadi viral di medsos. Kami menghimbau masyarakat untuk cerdas mengunggah info di media sosial. Soal mabuk atau tidaknya itu yang berhak memberikan keterangan adalah petugas medis. Kalau menduga ya monggo, tapi kalau kenyataannya berlainan bisa menjadi informasi yang salah," terang IPDA Dimas melalui sambungan telepon.
Dalam insiden ini, 1 orang korban meninggal yaitu pengendara Honda CB 150, sementara yang dibonceng patah tulang.
Sementara itu pengendara Honda Mega Pro kondisi belum sadar dan masih terbaring di rumah sakit.
Polisi juga melakukan olah TKP dan mencari informasi dari saksi yang ada di lokasi.
