Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Singa Langka Taman Safari Prigen Jadi Kado Perayaan Kemerdekaan RI

Penulis : Arisandi Pasuruantimes - Editor : Yunan Helmy

20 - Aug - 2018, 18:20

Placeholder
Keeper TSP tengah merawat bayi white lion. (Foto: Arishandi)

Perayaan Hari Kemerdekaan Ke-73 RI memiliki makna tersendiri bagi Taman Safari Prigen (TSP) Kabupaten Pasuruan dan para pecinta satwa langka. Seekor bayi singa putih (white lion) yang diberi nama Adovo lahir di lembaga konservasi tersebut.

White lion ini merupakan sebuah hasil dari mutasi langka yang terjadi pada singa (panthera leo) yang ditemukan di beberapa konservasi alam liar di Afrika Selatan dan di kebun binatang-kebun binatang di seluruh dunia.

General Manager Taman Safari Prigen Diaz Yoenadi mengatakan Adovo yang lahir pada 27 Juli 2018 menjadi kado spesial di Hari Kemerdekaan RI. Pasalnya, Adovo merupakan kelahiran asli TSP dan menjadi tolak ukur keberhasilan breeding di TSP.

“White lion ini datang ke TSP pada bulan Maret lalu dari China sebanyak empat ekor. Baby white lion lahir pada 27 Juli merupakan suatu kebanggaan bagi kami sebagai lembaga konservasi untuk melestarikan satwa ini,” kata Diaz.

Singa putih Adovo lahir dari indukan bernama Meng Meng dan Kaka yang berusia empat tahun. Kedua pasangan white lion tersebut berasal dari China.

“Keempat white lion ini berasal dari China. Mereka datang ke Taman Safari Prigen sejak bulan Maret lalu. Rupanya Meng Meng dan Kaka cocok, hingga koleksi white lion bertambah satu. Jumlah white lion di TSP saat ini pun ada lima ekor,” tambah keeper white lion TSP, Ponasri.

Saat ini, baby white lion Adovo ini masih dalam perawatan induknya, Meng Meng, dan dibantu keeper, paramedis dan dokter hewan. Setiap hari, Adovo menyusu ke induknya hingga berusia sekitar satu tahun.

Sementara itu, Manajer Edukasi TSP Eko Windarto menuturkan, betina white lion bisa dikatakan dewasa kelamin pada umur 3-4 tahun. Sedangkan jantan berusia 4-5 tahun. Masa kebuntingan singa kurang lebih 105–115 hari atau 3,5 bulan.

Singa putih bukanlah albino. Warna putih yang mereka miliki justru karena gen resesif yang mereka miliki yang menghambat perkembangan gen warna. Jantan dewasa biasanya memiliki berat 189 kg-272 kg. Sedangkan betina beratnya rata-rata 126 kg. Jantan tingginya 1,2 meter dan betina 1,1 meter.

“Singa merupakan satwa nocturnal atau aktif di malam hari dan hidupnya berkelompok. Dalam sekawanan singa, terdapat satu pemimpin, yaitu singa yang berjenis kelamin jantan. Mereka memiliki daerah territorial,” terangnya.

Populasi singa putih ini sendiri kurang lebih 100 ekor di penangkaran dan kurang dari 13 ekor di habitat aslinya. Sehingga dengan adanya breeding success white lion ini, TSP bisa turut serta melestarikan satwa yang hampir punah itu. (*)


Topik

Peristiwa berita-pasuruan Taman-Safari-Prigen Diaz-Yoenad



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Arisandi Pasuruantimes

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa