Kaum Aboge di Kabupaten Probolinggo punya almanak atau kalender sendiri untuk menentukan hari-hari penting. Mulai tahun baru islam, awal Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri sampai Hari Raya Idul Adha.
Berikut kalender itu, yang tercantum dalam kitab Mujarrobat milik Mariye (64), tokoh Aboge asal Desa/Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Dalam kalender Aboge, ada delapan nama tahun. Yaitu tahun Alif, tahun Ha', tahun Jim awal, tahun Za', tahun Dal, tahun Ba', tahun Wawu, dan tahun Jim akhir. Tahun itu terus berputar. Dimulai dari tahun Alif, diakhiri dengan tahun Jim akhir. Kemudian dimulai dari awal lagi.
"Berputar terus. Kata orang, kalau sudah satu putaran dinamai sebindu (sewindu, Red)," kata Mariye kepada ProbolinggoTIMES, Minggu (5/6/2016).
Dalam kalender Aboge, juga ada lima pasaran hari. Yaitu manis atau legi, pahing, pon, wage dan pasaran kliwon. Layaknya hitungan tahun, pasaran hari ini juga berputar terus.
Dengan kalender itu, warga Aboge sudah punya hitungan pasti untuk menentukan hari-hari penting. Pada tahun Alif, 1 Muharram/tahun baru islam pasti jatuh pada Rabu Wage. Istilah mereka, "Alif Rabu Wage" (Aboge).
Pada tahun Ha', 1 Muharram/tahun baru Islam pasti jatuh pada Ahad Pon. Istilah mereka, "Ha ad pon" yang berarti di tahun Ha', tahun baru jatuh pada Ahad Pon.
Pada tahun Jim Awal, 1 Muharram/tahun baru islam pasti jatuh pada Jumat Pon. Istilah mereka, "Ja'atpon". Pada tahun Za', tahun baru islam pasti jatuh pada Selasa Pahing. Istilah mereka, "Zih Saeng".
Pada tahun Dal, tahun baru islam pasti jatuh pada Sabtu Manis. Istilah mereka, "Daltumis". Pada tahun Ba', taun baru islam pasti jatuh pada Kamis Legi. Istilah mereka, "Bamisgi" yang bararti, tahun Ba Kamis Legi.
Kemudian pada setiap tahun Wawu, tahun baru islam pasti jatuh pada Senin Kliwon. Istilah mereka, "Waninwon". Adapun di setiap tahun Jim Akhir, tahun baru islam pasti jatuh pada Jumat Wage. Istilah mereka, "Ja'atge".
Tahun baru islam itu, menjadi patokan untuk menentukan hari-hari penting. Untuk menentukan awal Ramadhan misalnya, ada istilah/rumus "Donemro", yang merupakan akronim ungkapan Bahasa Jawa: Ramadhan Dino Keenam, Pasaran Loro. Dalam Bahasa Indonesia, ungkapan Jawa itu berarti: Awal Ramadhan jatuh pada hari keenam (dari hari tahun baru islam, Red) dengan pasaran kedua. Bila saat ini merupakan tahun Jim Awal, maka awal Ramadhan jatuh pada Rabu Wage.
Untuk menentukan 1 Syawal, berlaku rumus/istilah "Waljiro" yang merupakan akronim dari ungkapan Bahasa Jawa: Bulan Syawal Dino Siji, Pasaran Loro (Syawal jatuh pada hari pertama--dari tahun baru islam, dengan pasaran kedua, Red).
Bila saat ini tahun Jim Awal, maka Hari Raya Idul Fitri dalam hitungan kalender aboge akan jatuh pada hari Jumat Wage, 8 Juli nanti.
Untuk menentukan Idul Adha, berlaku rumus/istilah "Jepatji" yang merupakan akronim: bulan besar (Dzul Hijjah) jatuh pada hari keempat (dari tahun baru islam), dengan pasaran hari kesatu.
Bila tahun ini tahun Jim Awal, maka tanggal 1 Dzul Hijjah jatuh pada hari Senin Pon. Itu berarti, Hari Raya Idul Adha 10 Dzul Hijjah jatuh pada hari Rabu, 14 September nanti. (*)
