DPMPTSP: Kota Batu Masih Jadi Magnet Investasi, Didominasi Dalam Negeri
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Dede Nana
27 - Jul - 2025, 03:43
JATIMTIMES - Di tengah ekonomi nasional yang memucat dalam beberapa waktu terakhir, investasi di Kota Batu diklaim masih mengalami pertumbuhan meski tidak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sudah mencapai target sebelum akhir tahun. Daya tariknya juga disebut tetap tinggi terutama pada penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu Dyah Lies Tina P. membantah disebut penurunan daya tarik investasi di Kota Batu. Menurut dia, masih ada peningkatan, di mana pencatatan nilai belum semua terhitung secara akumulatif.
Baca Juga : Dinkes Kota Batu Peringatkan Bahaya Laten Sound Horeg bagi Kesehatan
"Sebenarnya tidak memurun, hanya ada perbedaan cara pelaporan saja, kalau versi LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modalk) dari awal Januari tetap naik, sedangkan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) berdasarkan penambahan tampak turun," ujar Dyah saat ditemui JatimTIMES, belum lama ini.
Ia menjelaskan, pelaporan yang dimulai awal Januari sampai sekarang akan memunculkan hasil berbeda dengan, berdasarkan penambahan. "Misal, kalau di awal Januari investasi Rp100 miliar, kemudian di Juni ada penambahan Rp50 miliar, kalau LKPM jadi Rp150 miliar, kalau versinya BKPM dihitung penambahan," jelasnya mencontohkan.
DPMPTSP mencatat, nilai investasi di Kota Batu hingga pertengahan tahun 2025 atau per akhir Juni mencapai Rp755,22 miliar. Atau sekitar 67 persen dari target investasi Kota Batu tahun 2025 yakni Rp1.12 triliun.
Nilai tersebut didominasi oleh penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp685,01 miliar. Di mana investasi tertinggi pada sektor pariwisata dengan Rp351,18 miliar, disusul konstruksi, kesehatan, perdagangan. Pertanian berada di urutan kelima dengan Rp15,7 miliar, dan terendah adalah sektor pendidikan.
Sedangkan penanaman modal asing (PMA) tercatat nilainya Rp70,21 miliar. Di mana capaian tertinggi sektor kesehatan Rp36,19 miliar, disusul perdagangan, jasa, pariwisata, dan terendah konstruksi Rp1,03 miliar.
"Sebenarnya tidak turun, tetap batu menjadi daya tarik investasi," imbuh Dyah.
Baca Juga : Puluhan Ribu Warga Antusias Ikuti Jalan Sehat Marongghi, Tiga Paket Umrah Jadi Hadiah Utama
Daya tarik investasi yang tengah tumbuh saat ini adalah sektor pertanian, dalam hal ini ekspor produk lokal Kota Batu. Ditambah adanya Koperasi Coosae yang ditujukan untuk wadah bisnis pertanian Kota Batu nantinya untuk naik ke pasar internasional.
"Akhir-akhir ini yang baru masalah pertanian, lebih mengangkat pertanian lokal untuk ekspor. Ada kenaikan walaupun tidak signifikan," tutur dia.
Dyah berujar, pihaknya tetap mengupayakan agar investasi tetap tumbuh dengan berbagai cara. Termasuk kepastian izin sesuai ketentuan yang berlaku yang dipercepat.
"Kita support terus dengan ngasih kemudahan-kemudahan. Saat ini masih didominasi dalam negeri, tapi tetap ada dari PMA," tutupnya.
