Melihat Keseruan Verval Sekcam Bangsalsari Bersama Istri, Pengabdian Sekaligus Healing
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Dede Nana
21 - Apr - 2026, 07:23
JATIMTIMES – Pelaksanaan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan di Kabupaten Jember tidak selalu berlangsung kaku dan penuh tekanan. Hal itu tergambar dari kegiatan yang dilakukan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bangsalsari, Turwantoko, yang menjalankan tugas bersama sang istri pada Senin (20/4/2026).
Alih-alih menjadi beban, kegiatan tersebut justru dijalaninya dengan penuh semangat, bahkan dianggap sebagai momen healing di tengah pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca Juga : Gerakan Tanam Sukun dan Sorgum, Cara PDI Perjuangan Tuban Jawab Tantangan Krisis Pangan
Kegiatan verval kali ini dilakukan di wilayah Dusun Tugurejo, Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari. Salah satu titik yang dikunjungi adalah kediaman Ibu Mani, yang tinggal di rumah mess perkebunan. Lokasi tersebut cukup menggambarkan kondisi masyarakat yang perlu mendapat perhatian, terutama dalam upaya memastikan data kemiskinan benar-benar akurat dan sesuai kondisi riil di lapangan.
Turwantoko menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan tugas untuk melakukan verval terhadap lima warga. Namun karena sang istri juga menerima penugasan serupa, total data yang harus mereka selesaikan mencapai 10 orang. Meski demikian, ia mengaku tetap menikmati proses tersebut.
“Ini saya bersama istri, enjoy dan menikmati sambil refreshing, mengabdi sambil healing,” ujar Turwantoko dengan santai.
Menurutnya, keterlibatan langsung dalam proses pendataan justru membuka wawasan baru mengenai kondisi masyarakat. Ia menyadari bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, khususnya dalam menekan angka kemiskinan di wilayahnya.
“Dari sini kita jadi tahu, ternyata masih banyak yang perlu dibenahi. Sebagai ASN, kita memang punya kewajiban menjalankan kebijakan publik, termasuk dalam pendataan ini,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan verval ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember dalam merespons kondisi darurat kemiskinan, sebagaimana telah disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait. Pendataan yang dilakukan secara langsung diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih valid dan akurat dibandingkan hanya mengandalkan data administratif.
Sementara itu, Ibu Mani sebagai salah satu warga yang didata mengaku bersyukur atas kunjungan dari pihak kecamatan. Ia berharap melalui pendataan tersebut, dirinya dapat terakomodasi sebagai penerima bantuan pemerintah. “Ini rumah perkebunan, suami saya merantau. Saya berterima kasih sudah didatangi, semoga bisa masuk data bantuan,” ungkapnya.
Baca Juga : Bupati Sanusi Peringatkan Kepala Sekolah: Hentikan Penarikan Iuran dari Siswa
Program verval data kemiskinan ini merupakan penugasan langsung dari Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang bertujuan untuk memastikan bahwa data penerima bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Selama ini, masih kerap muncul keluhan di masyarakat terkait ketidaktepatan penyaluran bantuan, seperti adanya warga mampu yang menerima bantuan, sementara warga miskin justru terlewat.
“Sehingga tidak ada lagi yang mengatakan yang kaya dapat, yang miskin tidak, atau bantuan hanya untuk orang dekat pejabat,” tegas Gus Fawait dalam keterangannya sebelumnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember dilibatkan dalam kegiatan verval ini. Masing-masing ASN diberi tanggung jawab mendata sekitar tiga hingga lima warga yang masuk kategori desil satu atau miskin ekstrem.
Dengan pendekatan langsung ke lapangan, diharapkan hasil pendataan menjadi lebih akurat dan mampu menjadi dasar kebijakan yang tepat. Kisah Turwantoko bersama istrinya pun menjadi gambaran bahwa pengabdian tidak selalu harus terasa berat, melainkan bisa dijalani dengan penuh keikhlasan, kebersamaan, dan bahkan sedikit nuansa healing di dalamnya.
