JATIMTIMES - Dunia musik Tanah Air kehilangan salah satu sosok pentingnya. Lucky Widja, vokalis band Element, meninggal dunia pada Minggu malam (25/1/2026). Lucky mengembuskan napas terakhir di RS Halim setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya dalam beberapa tahun terakhir.
Kabar duka itu pertama kali disampaikan oleh sahabat sekaligus rekan satu bandnya, Ferdy Tahier. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Ferdy menuliskan pesan perpisahan.
Baca Juga : Lucky Widja, Vokalis Band Element, Tutup Usia
"Selamat jalan sahabat gw, ade gw, partner gw di panggung, lo udah tenang, gak sakit lagi, ga butuh cuci darah lagi, gak perlu oxygen lagi," tulis Ferdy Tahir dalam postingan di Instagram pribadinya @ferdy_tahier.
"Lo happy sekarang udah muda lagi, tenang di sana ya ki. Gw sendirian di panggung nyanyinya sekarang. Semoga gw bisa ya nyanyi sendiri. Semoga lo husnul khatimah. Sampai ketemu lagi kita ya brader," lanjut dia.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Senin (26/1/2026) siang.
Profil Singkat
Lucky Widja memiliki nama lengkap Lucky Widjatmoko. Ia lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 1 September 1976. Jauh sebelum dikenal sebagai vokalis band pop ternama, Lucky lebih dulu menapaki dunia hiburan sebagai model.
Wajah fotogenik dan pembawaannya yang khas mengantarkannya menjuarai ajang Top Guest Majalah Aneka pada 1996, salah satu kompetisi modeling bergengsi di era 1990-an. Namun, ketertarikan Lucky tak berhenti di dunia fashion. Musik justru menjadi jalur hidup yang akhirnya ia pilih.
Meski mengenyam pendidikan di Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Kristen Indonesia (UKI), Lucky memutuskan menekuni dunia seni secara penuh.
Bersama Didi Riyadi dan Ronny Setiawan, Lucky membentuk band Element pada akhir 1990-an. Band ini kemudian resmi dikenal setelah merilis album debut Hanyalah Cinta pada 1999.
Nama Element benar-benar melesat lewat album Kupersembahkan Nirwana (2001), disusul Paradoks (2002) yang melahirkan lagu-lagu ikonik seperti Rahasia Hati dan Maaf dari Surga. Karakter vokal Lucky yang lembut namun emosional menjadi ciri khas kuat Element di tengah maraknya band pop era 2000-an.
Album Dialog (2004) kembali mengukuhkan posisi Element dengan lagu Cinta Tak Bersyarat yang mendapat sambutan luas.
Pada 2005, Lucky memutuskan keluar dari Element untuk bersolo karier. Ia merilis album Untukmu Cinta pada 2006 dan tetap aktif berkarya, termasuk melepas single Biar Saja pada 2016.
Kerinduan terhadap “rumah” lamanya membuat Lucky kembali bergabung dalam proyek Element Reunion pada 2017. Sejak 2020, ia kembali menetap sebagai personel tetap hingga akhir hayatnya.
Karya solo terakhir Lucky berjudul Mencintaimu Merelakanmu dirilis pada Mei 2024. Lagu tersebut didedikasikan untuk mengenang mendiang ayahnya dan menjadi salah satu karya paling personal dalam perjalanan musiknya.
Tak hanya dikenal sebagai vokalis, Lucky Widja juga aktif di balik layar industri kreatif. Ia sempat mendirikan label rekaman Boleh Music dan terlibat dalam pengembangan sejumlah talenta baru.
Baca Juga : Jika Perang Dunia 3 Meletus, Negara- Negara Ini Disebut Paling Aman
Dalam perjalanan karier profesionalnya, Lucky pernah mengemban berbagai posisi strategis, antara lain:
• Pendiri Band Element (1999)
• Co-founder MS Musik Indonesia (sejak Juli 2019)
• Head of Business Development Rans Music (September 2018–April 2020)
• Head of Creative Pendulum Arta Media (April 2015–November 2019)
• Chief Executive Officer The Bencoole (Juli 2021–Agustus 2022)
Di masa-masa terakhir, Lucky juga menekuni bisnis kedai kopi yang menjadi ruang berkumpul komunitas kreatif.
Pada 2022, Lucky didiagnosis mengidap tuberkulosis ginjal, penyakit langka yang menyerang saluran kemih. Kondisi itu membuat berat badannya turun drastis dan mengharuskannya menjalani perawatan intensif.
Lucky pernah bercerita bahwa dirinya sempat pingsan usai tampil di panggung sebelum akhirnya mengetahui penyakit yang dideritanya setelah berpindah-pindah dokter. Meski begitu, ia memilih tidak banyak mengumbar kondisi kesehatannya ke publik.
Dalam beberapa kesempatan, Lucky menjelaskan bahwa tuberkulosis tak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang organ lain, termasuk ginjal. Salah satu ginjalnya sempat mengecil, sementara yang lain mengalami pembengkakan.
Lucky Widja meninggalkan seorang istri, Aleima Sharuna, yang dinikahinya pada 2013, serta seorang putra bernama Alzion Vardhana Wijadiputra.
