free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Pemkot Malang Wacanakan Splendid Jadi Destinasi Wisata Terpadu, Pedagang Harap Ada Kenaikan Tingkat Kunjungan

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Nurlayla Ratri

12 - Jan - 2026, 15:40

Placeholder
Sejumlah pedagang di kawasan Splendid (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mewacanakan rencana penataan kawasan Splendid sebagai jawaban atas persoalan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir di sekitar Alun-Alun serta Kayutangan. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai pasar bunga itu diproyeksikan menjadi bagian dari destinasi wisata terpadu yang terhubung langsung dengan Kayutangan Heritage.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, penataan Splendid akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pasar senggol dan kawasan bantaran sungai di sekitarnya. Konsep yang diusung bukan sekadar merapikan, tetapi menghadirkan kawasan yang memiliki daya tarik wisata sekaligus tertib secara tata kota.

Baca Juga : ​Tolak Relokasi, Ratusan Jagal Pegirian Geruduk DPRD Surabaya dengan Bawa Sapi

“Untuk mengatasi persoalan PKL dan parkir di Alun-Alun, salah satu solusinya adalah penataan kawasan Splendid, termasuk pasar senggol. Akan kita tata ulang supaya lebih rapi dan punya daya tarik,” kata Wahyu, Senin (12/1/2026).

Menurut Wahyu, kondisi kawasan sepanjang sungai dekat Splendid saat ini masih terlihat kumuh dan belum tertata optimal. Penataan akan menyasar pasar, bantaran sungai, hingga jalur penghubung agar mampu mengimbangi geliat wisata Kayutangan Heritage yang semakin ramai.

Pemkot Malang bahkan membuka peluang pembangunan jembatan ekonomi yang menghubungkan langsung Kayutangan Heritage dengan Splendid. Konektivitas ini akan diperluas dengan mengintegrasikan berbagai destinasi di pusat kota, mulai dari Tahura di belakang Balai Kota, Stasiun Kota Baru, Alun-Alun Bunder, hingga Alun-Alun Merdeka yang kini tengah direvitalisasi.

“Kalau semua sudah tersambung, wisatawan yang datang bisa menikmati heritage, pasar senggol, Tahura, Alun-Alun Bunder, sampai Alun-Alun yang sedang direvitalisasi. Ini jadi satu kesatuan destinasi,” ujarnya.

Terkait penataan PKL di sekitar Alun-Alun, Wahyu menegaskan komitmennya untuk menyiapkan lokasi relokasi yang layak. Ia menyebut, Pemkot Malang tidak ingin penertiban justru mematikan mata pencaharian warga.

“Kemarin kami sudah keliling bersama DPRD, kami akan tata. Harapannya PKL dan parkir tertata, wisatawan nyaman, masyarakat juga terfasilitasi,” katanya.

Tak hanya fokus pada penataan fisik, Pemkot Malang juga berencana menghidupkan kembali Taman Rekreasi Kota di belakang Balai Kota Malang yang lama tak termanfaatkan. Kawasan ini akan dikembangkan sebagai ruang rekreasi yang terhubung dengan jalur wisata Sungai Brantas.

Di sisi lain, penguatan atraksi budaya juga menjadi perhatian. Wahyu mendorong Dewan Kesenian Malang (DKM) untuk menyusun jadwal rutin pertunjukan seni sepanjang tahun yang nantinya dikemas sebagai paket wisata dan disebarkan ke hotel-hotel.

“Jadi wisatawan tidak hanya menikmati heritage, tapi juga bisa menikmati budaya, tarian, dan pertunjukan seni. Ini akan kita buat terjadwal,” jelasnya.

Wahyu juga menyinggung dampak kebijakan transportasi terhadap kelancaran lalu lintas. Menurutnya, pada momen Natal dan tahun baru, arus lalu lintas relatif lancar karena masyarakat mulai beralih ke transportasi umum.

“Banyak yang tidak pakai kendaraan pribadi. Dari luar kota turun di stasiun, keliling kota pakai transportasi umum, bahkan sampai ke Batu, lalu kembali lagi ke stasiun,” pungkasnya.

Di tengah optimisme Pemkot, para pedagang di Pasar Splendid berharap rencana besar tersebut disosialisasikan secara jelas. Ahmad Junaedi, salah satu pedagang, menilai wacana menjadikan Splendid sebagai tujuan wisata sangat positif. Namun hingga kini, ia mengaku belum menerima informasi resmi secara langsung.

"Kalau menjadi pusat wisata dan ramai pengunjung tidak masalah. Justru itu bagus. Namun sejauh ini saya belum mendengar langsung rencana tersebut," katanya.

Baca Juga : Bupati Sanusi Tinjau Sejumlah SD-SMP di Kabupaten Malang, Tekankan Nilai 9 Pada Kelulusan Capai 70 Persen

Junaedi mengungkapkan, jumlah pengunjung Pasar Splendid justru menurun sejak diberlakukannya kebijakan arus lalu lintas satu arah. Menurutnya, pengunjung enggan datang karena harus memutar lebih jauh.

"Dulu kan dari perempatan bisa langsung ke kanan. Sekarang orang malas mau ke sini karena harus menempuh jarak yang agak jauh," ujar Junaedi. 

Ia menegaskan, yang paling dibutuhkan pedagang saat ini adalah peningkatan kunjungan. Kebijakan apa pun, kata dia, jangan sampai justru membuat pasar semakin sepi. "Ada kekhawatiran nanti pengunjungnya semakin sepi," paparnya.

Trauma atas kebijakan sebelumnya masih membayangi para pedagang. Junaedi berharap, penataan baru justru membawa dampak positif dan menjadikan Splendid sebagai destinasi yang ramai.

"Kalau kondisinya semakin bagus, menjadi tujuan wisata, itu bagus. Saya berharap pengunjung banyak datang ke Pasar Splendid," jelasnya.

Keluhan serupa disampaikan Olive Riska, pedagang kaki lima yang berjualan gorengan dan kopi di depan Pasar Splendid. Ia mengaku belum mengetahui secara resmi rencana perluasan kawasan wisata tersebut.

Olive menyebut, sejak kebijakan satu arah diberlakukan, jumlah pembeli di lapaknya turun drastis. "Turun bisa sampai 50 persen jumlah orang yang datang ke sini," akunya. 

Olive berjualan sejak pagi hingga sore hari, sementara orang tuanya melanjutkan hingga malam. Namun kondisi pasar yang sepi membuat jam-jam sore kini tak lagi ramai.

"Tapi sekarang sore saja sudah sepi. Beberapa toko di dalam sudah tutup. Ya, karena pengunjungnya menurun," katanya.

Ia berharap renovasi dan penataan pasar nantinya tidak menggusur pedagang yang sudah ada, melainkan dibarengi pendampingan agar omzet meningkat. "Bagi pedagang, kami ingin ada orang yang datang dan beli. Kalaupun nanti dipindah, kemudian hanya semakin sepi ya tidak ada gunanya juga. Apalagi saat musim hujan seperti ini, orang jarang yang datang," ungkap Olive.


Topik

Pemerintahan kota malang wahyu hidayat pasar splendid



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Nurlayla Ratri