free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Penanganan Longsor Tutup Total Jalur Malang-Pasuruan Terkendala Medan Sempit

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Nurlayla Ratri

12 - Jan - 2026, 14:32

Placeholder
Personel gabungan yang turut melibatkan BPBD Kabupaten Malang saat menanggulangi longsor di Kecamatan Jabung yang diagendakan masih berlanjut hingga Senin (12/1/2026). (Foto: BPBD Kabupaten Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Penanganan bencana longsor di Dusun Umbut Legi, Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang diagendakan kembali berlanjut pada hari ini, Senin (12/1/2026). Penanggulangan longsor di fokuskan pada dua titik dari total lima titik yang sempat dilaporkan terdampak longsor pada Jumat (9/1/2026) lalu.

"Tiga titik longsor sudah ditangani warga dengan gotong royong, tinggal dua titik longsor yang menutup total akses jalan," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan.

Baca Juga : 28 Jabatan Utama Perwira Menengah di Polda Jatim Diserahterimakan, Berikut Daftarnya

Sebagaimana diberitakan, kronologi terjadinya longsor di jalur Malang-Pasuruan itu bermula pada Kamis (8/1/2026) sore. Saat itu terpantau terjadi hujan dengan intensitas lebat khususnya di wilayah Desa Taji dan sekitarnya. Hingga akhirnya, pada malam harinya sejak kurang lebih pukul 19.00 WIB, hujan mulai mengakibatkan terjadinya longsor pada beberapa titik di Desa Taji.

Dilaporkan, material longsor pada saat itu sempat menutup jalan. Di mana, tiga titik di antaranya telah teratasi. Sedangkan dua titik lainnya masih dalam proses penanganan dan diagendakan terus berlanjut pada hari ini, Senin (12/1/2026)

"Ketinggian longsor pada titik pertama kurang lebih mencapai 35 meter dengan lebar 10 meter dan ketebalan dua meter. Sedangkan pada titik kedua setinggi kurang lebih 45 meter, lebar 15 meter, dan ketebalan dua meter," bebernya.

Dampak dari longsor tersebut mengakibatkan akses jalur penghubung Desa Taji, Dusun Umbut Legi, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang ke Dusun Pronojiwo, Kabupaten Pasuruan tertutup total sejak Jumat (9/1/2026) lalu.

"Pada dua titik akses jalan penghubung di Desa Taji, Umbut Legi dan Pronojiwo, Pasuruan tersebut masih tertutup total material longsor," imbuh Sadono.

Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis BPBD Kabupaten Malang, satu dari dua titik longsor yang menutup total jalan penghubung Malang-Pasuruan tersebut sudah tertangani kurang lebih 30 persen. "Sehingga jalan masih belum bisa dilewati R2 maupun R4 (kendaraan roda dua dan roda empat, red). Penanganan dan kerja bakti bersama masyarakat diagendakan dilanjutkan pada hari ini (Senin, 12/1/2026)," imbuhnya.

Baca Juga : Kasus Super Flu di Kota Batu Nihil, Dinkes Tegaskan Kesiapan Ruang Isolasi

Sadono menyebut, penanganan longsor terkendala jalan yang sempit. Sehingga alat berat yang disiapkan kesulitan untuk menuju ke lokasi longsor. "Nihil korban jiwa, sementara untuk kerugian materiil masih dalam penghitungan," ujarnya.

Penanggulangan longsor turut melibatkan sejumlah personel gabungan. Yakni mulai dari unsur BPBD dan PMI Kabupaten Malang, dinas terkait termasuk Bina Marga, Muspika Jabung, Pemerintah Desa Taji, para relawan hingga masyarakat sekitar.

"Kami juga telah melakukan upaya distribusi dukungan logistik untuk penanganan longsor. Kebutuhan alat berat serta cangkul dan sekop juga telah terpenuhi. Apabila terdapat perkembangan akan disampaikan pada update berikutnya," pungkasnya.


Topik

Peristiwa longsor jalur malang pasuruan bpbd kabupaten malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Nurlayla Ratri