free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Cerita Patung Macan Putih di Kediri yang Dikritisi Kini Jadi Ikon Wisata 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

07 - Jan - 2026, 19:44

Placeholder
Potret keramaian patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. (Foto: Facebook)

JATIMTIMES - Patung Macan Putih di Kediri yang sempat viral dan menuai olok-olokan  warganet kini justru berbalik arah. Patung yang awalnya dianggap tak proporsional itu berubah menjadi ikon wisata dadakan, sekaligus mendongkrak perekonomian warga sekitar hingga omzet pedagang melonjak berkali-kali lipat.

Jagat media sosial sebelumnya dihebohkan dengan kemunculan Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Alih-alih tampak garang, patung yang berdiri di pertigaan desa itu malah dinilai lebih mirip kuda nil, zebra, hingga hewan lain. Wajahnya yang dianggap “gemoy” membuat patung tersebut jadi bahan olok-olok warganet.

Baca Juga : Dugaan Ijazah Palsu,DPC PDIP Kabupaten Kediri Tunggu Putusan Hukum

Namun siapa sangka, ejekan tersebut justru menjadi berkah. Desa yang semula tenang kini mendadak ramai. Dalam video yang beredar di media sosial tampak beberapa bus wisata bahkan tampak berkunjung ke patung viral ini. 

Wisatawan yang berkunjung pun berasal dari berbagai daerah, termasuk Surabaya yang sengaja datang hanya untuk berfoto dengan Patung Macan Putih yang viral itu. Suasana di sekitar lokasi pun berubah bak pasar kaget.

Kepala Desa Balongjeruk Safi’i menyebut dampak ekonomi yang muncul sangat terasa. Jumlah pedagang meningkat drastis sejak patung tersebut viral.

“Awalnya mungkin sekitar 10 pedagang, sekarang setiap hari bertambah. Bisa lebih dari 100 pedagang yang berjualan di sekitar situ,” terang Safi’i,  Rabu (7/1/2026). 

Tak hanya makanan dan minuman, kreativitas warga juga ikut berkembang. Berbagai cenderamata bermunculan. Salah satunya kaus sablon bergambar Patung Macan Putih yang kini jadi incaran pengunjung.

Salah satu pedagang, Ningrum, mengaku baru mencoba berjualan di lokasi tersebut dan langsung kewalahan melayani pembeli. “Saya baru kok. Coba jualan di sini karena ramai ya. Bahkan subuh aja sudah banyak yang foto-foto,” ujar Ningrum.

Ia mengaku permintaan kaus bergambar Patung Macan Putih sangat tinggi. “Ini bawa sedikit, soalnya cuma buat contoh. Tapi langsung banyak yang pesen. Ini tadi baru masuk lagi 50 pesanan buat tanggal 25 dari pemerintah sini,” imbuhnya.

Meski bentuk patungnya menuai pro dan kontra, Safi’i mengaku tetap bersyukur. Menurut dia, kritik dari publik menjadi bahan evaluasi sekaligus membawa nama Desa Balongjeruk dikenal lebih luas.

“Semua kritik dan saran kami terima. InsyaAllah patung ini akan kami perbaiki agar lebih aman dan lebih baik ke depannya,” jelas Safi’i.

Di balik viralnya Patung Macan Putih gemoy tersebut, tersimpan cerita unik dari sang pembuat. Patung itu dikerjakan oleh seniman asal Kediri bernama Suwari.

Suwari mengaku sempat mengalami mimpi aneh sebelum mulai mengerjakan Patung Macan Putih tersebut. Dalam mimpinya, ia didatangi salah satu pamong desa yang ingin menyewa ludruk miliknya dan memintanya memerankan sosok siluman macan putih.

Di dalam mimpi itu pula, Suwari harus memainkan ludruk dengan lakon siluman macan putih. Sosok Macan Putih sendiri dipercaya sebagai simbol penjaga atau danyang Desa Balongjeruk.

Baca Juga : Perkuat Mobilitas Antarwilayah, Gubernur Jatim Ajak Masyarakat Manfaatkan Bus TransJatim

Pengalaman tersebut dianggap Suwari sebagai isyarat sekaligus penguat batin sebelum menerima pesanan pembuatan patung dari kepala desa Balongjeruk.

“Cerita macan putih itu memang sudah lama saya dengar. Waktu dapat pesanan, saya juga sempat mimpi,” kata Suwari.

Untuk diketahui, Patung Macan Putih tersebut dikerjakan Suwari selama 19 hari, meski tidak dikerjakan penuh seharian. Seluruh proses, mulai dari pembuatan patung hingga pijakan bagian bawah, dikerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain.

Terkait konsep, Suwari menyebut sejak awal ia diminta membuat Patung Macan Putih sesuai legenda yang berkembang di Desa Balongjeruk. Menurut dia, macan putih bukan sekadar hewan biasa.

“Kalau di cerita orang tua dulu, macan putih itu bukan macan biasa. Itu macan gaib, penjaga wilayah,” jelas Suwari.

Ia menegaskan tak mengalami kesulitan berarti selama proses pengerjaan. Sebagai seniman, Suwari mengaku sudah terbiasa membuat patung hewan dengan berbagai bentuk dan ukuran.

Untuk biaya, jasa pembuatan patung disebut sekitar Rp2 juta, sementara material disediakan terpisah dengan nilai sekitar Rp1,5 juta. Seluruh biaya tersebut berasal dari dana pribadi Kepala Desa Balongjeruk Safi’i.

Suwari sendiri bukan seniman baru. Ia telah menekuni dunia seni patung sejak tahun 1980-an dan telah menghasilkan beragam karya, mulai dari patung menjangan, tokoh pewayangan seperti Petruk dan Punakawan, hingga patung raksasa dan hewan untuk berbagai daerah di Kediri dan sekitarnya.

Kini, Patung Macan Putih bermuka lucu itu justru menjadi magnet wisata baru. Meski menuai beragam komentar, patung tersebut sukses menarik perhatian publik dan menghadirkan dampak ekonomi bagi warga Desa Balongjeruk.


Topik

Peristiwa Patung Macan Putih Kediri ikon wisata baru



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy