JATIMTIMES - Bank Indonesia terus mempercepat transformasi sistem pembayaran nasional melalui inovasi digital yang semakin mendekatkan masyarakat pada layanan transaksi nontunai yang cepat dan efisien. Langkah ini sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia BSPI 2030 yang menjadi arah penguatan ekonomi dan keuangan digital di Indonesia.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia KPwBI Malang Febrina menegaskan bahwa BSPI 2030 adalah fondasi penting dalam pembangunan sistem pembayaran yang semakin modern dan terintegrasi. “Melalui BSPI 2030, kami mendorong sistem pembayaran yang semakin terintegrasi, efisien dan berdaya tahan. Transformasi ini menjadi fondasi penting bagi penguatan ekonomi dan keuangan digital di Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga : DPRD Kota Malang Desak Pengelolaan Aset lewat Digitalisasi Total
Salah satu inovasi terbaru yang kini diperkenalkan adalah QRIS Tap. Teknologi ini merupakan pengembangan QRIS yang memadukan QRIS Consumer Presented Mode CPM dengan fitur Near Field Communication NFC sehingga pengguna cukup menempelkan ponsel ke NFC reader merchant tanpa perlu memindai kode QR.
“QRIS Tap adalah evolusi dari QRIS yang kami kembangkan untuk memberikan pengalaman pembayaran yang lebih cepat, praktis dan aman. Cukup dengan tap ponsel ke NFC reader, masyarakat tidak lagi perlu memindai kode QR,” jelas Febrina.
Menurut dia, integrasi teknologi tersebut memberikan manfaat besar bagi ekosistem pembayaran nasional. “Integrasi antara QRIS CPM dan teknologi NFC ini memungkinkan interoperabilitas yang lebih luas, efisiensi biaya, sekaligus mendukung kemandirian industri pembayaran nasional,” ucap dia.
Untuk memperkenalkan fitur baru itu kepada warga Malang Raya, KPwBI Malang menggelar QRIS Tap Festival QTF 2025 pada 28 hingga 30 November 2025 di Kayutangan Heritage dan moda transportasi bus Trans Jatim koridor Malang Raya. Festival ini dirancang sebagai kampanye besar untuk mengenalkan teknologi pembayaran contactless yang lebih efisien, cepat dan sesuai preferensi masyarakat.
“Melalui QTF 2025, kami ingin masyarakat Malang Raya merasakan langsung kemudahan pembayaran contactless. Ini bukan sekadar festival, tetapi bagian dari edukasi dan percepatan adopsi pembayaran digital,” kata Febrina.
Rangkaian QTF 2025 menghadirkan dua program utama. Pertama, Suasana Klasik Bayar Futuristik QRIS Tap di Kayutangan Heritage yang didukung BRI, BNI dan Bank Mandiri. Pengunjung dapat mencoba QRIS Tap di loket tiket masuk dan stan UMKM pada 28 November pukul 14.00-20.00 WIB serta 29 sampai 30 November pukul 10.00-20.00 WIB. Hanya dengan tap Rp1, pengunjung sudah mendapat tiket masuk, voucher potongan harga Rp25.000 dan kupon undian berhadiah.
Baca Juga : Didominasi Usulan Program Fisik, Pemkot Malang Siapkan Skema Wajib Program Non-Fisik di RT Berkelas
Program kedua adalah Tap QRIS n Go di bus Trans Jatim yang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Bank Jatim dan BCA. Selama tiga hari festival, masyarakat dapat menikmati perjalanan Trans Jatim koridor Malang Raya cukup dengan tap Rp1 pada perangkat NFC di dalam armada.
Pada penutupan, QTF 2025 akan menggelar pengundian doorprize serta edukasi kebijakan pembayaran nontunai bagi warga Kayutangan dan sekitarnya. Febrina berharap kegiatan ini semakin memperluas adopsi pembayaran digital di Malang Raya.
“Kami berharap inovasi ini semakin mendekatkan masyarakat pada layanan pembayaran digital yang aman, cepat, dan sesuai kebutuhan zaman. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat ekosistem pembayaran nasional,” ucap dia.
