JATIMTIMES - Kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, Betinho Filho resmi bebas dari sanksi larangan bermain selama tiga laga, dan dipastikan dapat membela Arema FC saat menghadapi PSM Makassar di Stadion BJ Habibie, Parepare, Minggu (19/10/2025) mendatang.
Kembalinya motor lini tengah Singo Edan ini dinilai sebagai titik balik krusial untuk mengembalikan performa tim ke jalur kemenangan.
Baca Juga : Amangkurat II, Karaeng Naba, dan Tragedi Karaeng Galesong
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebutkan bahwa Betinho awalnya dijatuhi larangan satu pertandingan karena kartu merah yang ia terima saat melawan Persijap Jepara pada 30 Agustus 2025. Namun, dalam putusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, sanksi itu kemudian diperpanjang menjadi total tiga laga.
“Awalnya satu pertandingan, tapi Komdis menambahkan dua laga lagi. Besok sudah bisa bermain lagi,” ujar Yusrinal. Kehadiran Betinho juga dianggap sebagai penambah amunisi penting menjelang laga penting melawan PSM.
Selama absen Betinho, Arema FC mengalami performa yang rapuh. Sepanjang September 2025, Singo Edan gagal memenangkan satu pun laga, diantaranya menerima kekalahan dua kali dan satu hasil imbang menjadi catatan pahit. Ketidakhadirannya membuat lini tengah kerap kehilangan keseimbangan strategi.
Tak ingin melewatkan momentum, Betinho menyampaikan keinginannya untuk segera kembali ke lapangan. Meski selama masa larangan tak bisa ikut bertanding, ia tetap aktif di sesi latihan bersama tim.
“Saya sangat ingin kembali bermain. Kondisi saya baik dan siap turun. Walau tak bermain, saya tetap ikut latihan agar kebugaran terjaga,” tutur Betinho.
Tak hanya itu, ia juga mengaku memperbanyak latihan fisik secara mandiri untuk mengejar ketertinggalan dari rekan tim saat sanksi berjalan.
“Saya latihan extra agar tidak tertinggal. Karena saya menyesal dengan kartu merah di Jepara,” tutupnya.
Kembalinya Betinho membawa harapan bagi Arema FC untuk memperkuat struktur permainan tim, terutama di sektor penghubung antara pertahanan dan serangan. Dengan ia kembali, Pelatih kemungkinan bisa kembali memainkan skema yang lebih agresif dan solid.
Baca Juga : Inspektorat Jember Raih Anggaraksa Dharma, Bukti Integritas dan Kinerja Menuju Jember Baru Jember Maju
Meski pertandingan melawan PSM Makassar berpotensi menjadi ujian berat, kehadiran pemain yang punya pengalaman tak hanya di Indonesia, tapi adaptasi gaya permainan Latin seperti Betinho yang sebelumnya pernah membela PSS Sleman menjadi nilai plus.
Sekadar catatan, Betinho memang sudah lama dikenal sebagai pemain yang fleksibel, tidak hanya gelandang bertahan, ia pun pernah dipersiapkan sebagai opsi bek ketika diperlukan.
Sebelumnya, putusan Komdis PSSI terhadap Betinho menyebut pelanggaran berupa menyikut lawan sebagai alasan kartu merah langsung.
Arema tak bisa mengajukan banding atas keputusan tersebut, dan jika Betinho mengulangi pelanggaran, hukuman akan lebih berat.
Meski sudah resmi bergabung dengan Arema FC musim ini, Betinho tetap dianggap sebagai aset strategis dengan karakter permainan yang bisa mengubah tempo pertandingan.
