Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

MANAF 2025: Nasyid Nusantara Malang Hidupkan Kembali Spirit Bernasyid Lewat Konser dan Workshop

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

29 - Aug - 2025, 04:52

Placeholder
Para audiens yang hadir antusias mengikuti kegiatan workshop di Malang Nasyid Festival (MANAF) 2025 di Matos. Ajang ini juga menjadi adi ajang dalam kebangkitan nasyid (Anggara Sudiongko/MalangTimes)

JATIMTIMES - Suasana Malang Town Square pada, Kamis malam (28/8/2025) bukan hanya dipenuhi pameran haji dan umrah, tetapi juga lantunan syair nasyid yang menggema lewat perhelatan Malang Nasyid Festival (MANAF) 2025. Acara ini diinisiasi Nasyid Nusantara Malang yang baru saja terbentuk, berkolaborasi dengan Majalah Nurani.

Ketua Nasyid Nusantara Malang, Yossi Indra Kusuma, menegaskan festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan momentum kebangkitan nasyid di Malang. “Kami ingin mengaktifkan kembali semangat bernasyid. Banyak orang mengira nasyid hanya sebatas salawatan atau Banjari, padahal bisa tampil modern dan dekat dengan anak muda,” ujarnya.

5

Menurut Yossi, MANAF 2025 dirancang untuk memperkenalkan nasyid sebagai wadah kreatif sekaligus ajang pembinaan talenta. Tak hanya konser, acara ini juga menghadirkan sesi workshop agar generasi muda bisa belajar teknik vokal, harmonisasi, hingga produksi karya. “Kalau budaya luar seperti K-pop bisa populer, kenapa nasyid yang sarat pesan positif tidak bisa? Kami ingin nasyid berdiri sejajar, dikenal luas, dan dicintai anak muda,” tambahnya.

1

Salah satu pengisi workshop, Saddam Syafier Afyzon, menekankan pentingnya harmoni dalam bernasyid. Ia yang memiliki pengalaman panjang di paduan suara membawakan materi berjudul Sing, Blend, Harmonize. “Harmoni itu wujud keselarasan dari hal-hal yang berbeda. Dalam vokal grup, ada suara tinggi, rendah, tipis, hingga bass, semuanya harus disatukan agar selaras,” jelasnya.

7

Saddam juga mengajak peserta langsung mempraktikkan teknik dasar: menyelaraskan nada, bentuk suara, serta volume dan dinamika. Baginya, harmonisasi bukan hanya soal musik, melainkan juga cerminan kebudayaan yang kaya perbedaan namun bisa berpadu.

2

Selain harmoni vokal, workshop juga menampilkan Dharma yang mengajarkan beatbox sebagai unsur penting dalam nasyid modern. Ia memaparkan teknik dasar beatbox, mulai dari tempo, ritme, artikulasi, hingga kreativitas.

“Beatbox adalah perkusi mulut. Dari suara kick, hi-hat, hingga snare, semuanya bisa membentuk irama. Yang terpenting adalah artikulasi yang jelas agar suara terdengar realistis,” terangnya. Dharma mengajak peserta untuk mencoba pola dasar beatbox sederhana yang bisa menjadi fondasi dalam aransemen nasyid.

3

Sesi lain menghadirkan Angger Rahmatul Huda, yang juga pengurus Nasyid Nusantara, yang menekankan nasyid sebagai bagian dari dakwah. Baginya, syair islami bukan hanya seni, tetapi juga ajakan menuju kebaikan.

“Dakwah itu menyeru dengan hikmah. Nasyid adalah salah satu caranya. Seni memberi sentuhan estetika agar pesan masuk ke hati,” kata Angger. Ia mencontohkan bagaimana sebuah lagu bisa diperkuat dengan pengantar yang menyampaikan pesan moral singkat sebelum dinyanyikan.

4

Angger juga mendorong generasi muda untuk berani menciptakan lagu sendiri, bukan hanya menyanyikan karya orang lain. “Banyak orang percaya diri dengan karya yang biasa saja. Kita yang punya dasar islami harus lebih percaya diri untuk berkarya dan menyebarkannya,” ujarnya.

Baca Juga : Alat Pertanian Elektrik Diduga Korsleting Sebabkan Rumah di Wajak Kebakaran

MANAF 2025 menjadi langkah awal Malang untuk menempatkan nasyid sebagai bagian dari industri musik kreatif dan dakwah. Dengan dukungan Nasyid Nusantara Pusat di Semarang, komunitas di Malang optimistis bisa mengejar daerah lain seperti Bandung dan Semarang yang lebih dulu berkembang.

8

“Talenta nasyid di Malang sebenarnya banyak, hanya belum berani muncul. Festival ini jadi wadah agar mereka berani tampil, belajar, dan berkembang,” tambah Yossi.

Kombinasi konser, workshop, serta spirit dakwah, MANAF 2025 tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membangun ekosistem baru bagi musik nasyid di Malang. Dari harmoni vokal, dentuman beatbox, hingga pesan dakwah yang mengalun, festival ini seolah menegaskan bahwa nasyid bukan musik masa lalu, melainkan suara masa depan yang siap menyentuh generasi muda.


Topik

Peristiwa MANAF 2025 Nasyid Nusantara Malang nasyid Spirit Bernasyid Konser Workshop



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa