Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Mengapa Nabi Muhammad SAW Lahir di Bulan Rabiul Awal? Ini Penjelasannya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

25 - Aug - 2025, 06:57

Placeholder
Ilustrasi Nabi Muhamad. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Hari ini, Senin Wage 25 Agustus 2025, bertepatan dengan 1 Rabiul Awal 1447 H dalam kalender Hijriah, bulan saat Nabi Muhammad SAW dilahirkan di dunia. Lantas, mengapa Nabi Muhammad SAW lahir di bulan Rabiul Awal dan bukan pada bulan-bulan mulia lainnya?

Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling mulia di sisi Allah. Kelahirannya di bulan Rabiul Awal menyimpan banyak hikmah, meski bulan ini bukan termasuk empat bulan haram yang dimuliakan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab.

Baca Juga : Kalender Jawa Senin Wage 25 Agustus 2025: Watak Weton, Rezeki, Jodoh, dan Hari Baik

Sayyid Muhammad ibn Alawi Al Maliki dalam Kitab adz-Dzakhâir al-Muhammadiyyah menjelaskan:

وإنما كان مولده في شهر ربيع على الصحيح ولم يكن في المحرم، ولا في رجب، ولا في رمضان، ولا غيرها من الأشهر ذوات الشرف، لأنه عليه الصلاة والسلام لا يتشرف بالزمان، وإنما يتشرف الزمان به، وكذلك المكان، فلو ولد في شهر من الشهور المذكورة، لتُوُهِّمَ أنه تشرف به، فجعل الله تعالى مولده عليه السلام في غيرها ليظهر عنايته به وكرامته عليه

Artinya: “Sesungguhnya kelahiran Nabi Muhammad berada di bulan Rabi' (awal) menurut pendapat yang sahih. Bukan di bulan Muharam, Rajab, Ramadan dan lain sebagainya dari bulan-bulan yang mulia. Karena Nabi Muhammad tidak mulia karena sebab masa atau waktu. Namun waktu-lah yang menjadi mulia sebab Nabi Muhammad lahir. Begitu pula tentang (kemuliaan) tempat. Jika Nabi dilahirkan di bulan-bulan (mulia) tersebut, bisa jadi akan menimbulkan persepsi, Nabi mulia gara-gara lahir di bulan mulia. Maka, Allah menciptakan kelahiran Baginda Nabi di bulan lain yang justru memberi pertolongan dan kemuliaan di bulan lain itu sendiri.”

Pandangan Sayyid Muhammad ini juga ditegaskan ulama lain, seperti Syekh Az Zarqani dalam al-Mawahib al-Laduniyyah bil Minah al-Muhammadiyyah dan Ibnu Hajar al-Haitami dalam Asyraful Wasail ila Fahmil Masail.

Para ulama tersebut menekankan bahwa kemuliaan Nabi SAW tidak disebabkan bulan kelahiran atau tempat, melainkan karena pribadi Rasulullah sendiri. Bukan Nabi yang menjadi mulia karena lahir di bulan tertentu, tetapi bulan itulah yang menjadi mulia karena kelahiran Nabi. 

Begitu pula tempat. Rasulullah tidak lahir di Ka'bah atau tempat yang sejak awal dimuliakan. Nabi lahir di Makkah yang ketika itu masih dipenuhi praktik jahiliyah. Justru setelah kelahiran Nabi, Makkah menjadi mulia.

Sementara Madinah bahkan dinilai lebih utama dibandingkan Makkah oleh banyak ulama. Sebab, di sanalah Rasulullah SAW hijrah, menyebarkan risalah Islam, hingga jasad beliau dimakamkan. Kehadiran Nabi di Madinah menjadikan kota itu suci dan lahir satu taman surga.

Hal ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:

مَا بَيْنَ بَيْتِى وَمِنْبَرِى رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ

Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman surga.” (HR. Bukhari: 1196 dan Muslim: 1391)

Karena itu, tidak mengherankan jika al-Qa’qa’ al-Ausi, ketika ditanya seseorang tentang apa yang membuat surga begitu dirindukan, menjawab singkat: “Di sana ada Rasulullah SAW.”


Topik

Agama Bulan kelahiran Rasulullah Nabi Muhammad SAW Rasulullah kajian Islam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Madiun Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy